Kata dokter nih, kalau berpuasa bikin badan sehat

Kata dokter nih, kalau berpuasa bikin badan sehat

307
0
Puasa bikin sehat

Lo puasa dong? Cakep dah kalau puasa. Karena ternyata menjalani puasa bisa membuat kita jadi lebih sehat lho.

Nggak percaya?

Ya, dijelaskan Dr. dr. Ari Fahrial Syam, dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan pemerhati gaya hidup, menjalani puasa ramadan bisa membuat seseorang lebih sehat karena kebiasaan sehat yang dijalaninya selama sebulan penuh. Apa saja itu? Pembatasan asupan makanan, keteraturan dan pengendalian diri.

“Alasan pembatasan asupan makanan bisa bikin sehat, karena puasa ramadan membuat kita mengurangi frekuensi makan yang biasanya 3 kali jadi 2 kali,” ujar Dr.dr. Ari.

“Jika ini dilakukan selama sebulan akan terjadi pembatasan kalori (restriksi kalori). Pembatasan makan akan membuat tubuh melakukan penghancuran lemak tubuh.

“Pembatasan makan juga menyebabkan pengurangan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh kita. Jadi dengan adanya pembatasan makan, berat badan akan turun, kolesterol akan turun, kadar gula darah juga menjadi lebih terkontrol,” tambahnya.

Dokter Ari juga menambakan bahwa puasa sepanjang hari akan membuat seseorang mengurangi konsumsi camilan-camilan tidak sehat. Apakah itu cokelat, keju, lemak, dan makanan- makanan manis dan asin yang belum tentu sehat bagi tubuh kita.

Dan bagi kamu orang yang merokok, akan mengurangi konsumsi rokoknya setiap hari.

“Hasilnya, puasa akan membuat tubuh orang menjadi tambah sehat dan menekan risiko orang dengan penyakit kronis (hipertensi, diabetes, kegemukan dan kolesterol tinggi),” kata dokter Ari.

Tetapi, usahakan saat berbuka puasa tidak kalap saat makan. Sebab, kalau jumlah makanan yang dikonsumsi berlebihan, hal itu bisa menghilangkan manfaat kesehatan yang bakal didapat nantinya.

Sementara faktor keteraturan sendiri, umumnya yang banyak merasakan manfaatnya ialah pasien maag fungsional. Menurut dokter Ari, pasien maag merasa keluhan sakit maag-nya muncul terjadi akibat ketidakteraturan makan, dan konsumsi makanan camilan yang memproduksi asam lambung. Mulai dari makanan yang berlemak, asam, dan pedas sepanjang hari, konsumsi minuman bersoda dan minum kopi.

Sementara selama berpuasa, pasien-pasien ini pasti makan lebih teratur karena hanya dua kali dengan waktu yang lebih kurang sama setiap harinya selama puasa ramadan, yaitu saat sahur dan berbuka. “Keteraturan inilah yang bisa membuat pasien dengan sakit maag tersebut sembuh” papar dokter Ari.

Dan faktor terakhir adalah pengendalian diri. Kira-kira, apa yang ada di benak kamu jika pengendalian diri dikaitkan dengan puasa, ladies?

Batin lebih tenang? Tepat sekali, ladies. Mantaap! Karena, puasa bisa menghindari orang mengalami berbagai macam sakit fisik karena jiwa yang terganggu.

“Kita tentu mengenal penyakit psikosomatik. Pasien yang cemas cenderung asam lambungnya tinggi, dan akhirnya maagnya dapat terganggu. Pula pasien dengan hipertensi akan naik jika emosinya terganggu. Pasien Asma bisa kambuh karena sedang dalam keadaan stres.

Selain itu, jantung berdebar-debar, tangan berkeringat, pegal-pegal ditengkuk bisa berhubungan dengan faktor psikis. Dengan pengendalian diri selama berpuasa, diyakini faktor psikis yang bisa mengganggu fisik tersebut tidak muncu,” papar dokter Ari.

Dokter Ari pun menghimbau bahwa kebiasaan sehat yang dijalani selama bulan ramadan tidak berhenti setelah puasa ramadan selesai. Seperti makan tidak berlebihan atau makan sesuai kebutuhan. Sebab, makan berlebihan membuat kita menimbun lemak, mulai dari organ di hati (fatty liver), di kandung empedu (Batu KE), di pembuluh darah jantung maupun pembuluh darah otak.

Pun keteraturan dan pengendalian diri yang telah dijalani selama puasa seharusnya juga dapat diteruskan pasca lebaran. Sebab, bila kamu bisa menjalani tiga faktor selama sebulan penuh dengan baik, bobot tubuh dalam kondisi ideal dan kamu selalu memandang kejadian dalam kaca mata positif, dan optimis. Sehingga tubuh yang kamu rasakan bakal jadi lebih sehat.

Sumber artikel dari Her World Indonesia

LEAVE A REPLY