Periode 27 Februari – 6 Maret 2021

Chart 20:20 Indonesia

1
new
RAN – Orang Yang Paling Kubenci
Views 11 | TWP 1 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

2020 mungkin tidak berjalan sesuai harapan dan keinginan banyak orang, tapi selalu ada hal baik yang bisa diambil dari sebuah kejadian. Di penghujung tahun 2020 lalu, RAN memutuskan untuk merilis sebuah single yang dikerjakan selama pandemi Covid-19 berjalan.

Sedikit kilas balik di tahun 2019, RAN merilis project Omne Trium Perfectum yang menghasilkan 3 lagu yang terasa sangat mewakili 3 personel dari RAN. “Ain’t Gonna Give Up” oleh Rayi yang berkolaborasi dengan RAMENGVRL“Saling Merindu” oleh Asta, dan “Si Lemah” oleh Nino yang berkolaborasi dengan Hindia. Band yang merayakan 15 tahun kebersamaannya tahun depan ini menandai era barunya di tahun 2020 ini dengan single “Orang yang Paling Kubenci”.

This is another ear catchy and feel-good love song yang bisa jadi soundtrack percintaan banyak orang. Bercerita tentang jatuh cinta kepada orang yang sangat jauh dari bayangan dan ekspektasi, bahkan cenderung kita benci, hal klasik yang sering terjadi karena pada dasarnya kita memang tidak mungkin mengatur semua hal agar sesuai dengan rencana, terutama masalah cinta.

Lagu ini merupakan turning point untuk Rayi, Asta, Nino karena untuk pertama kalinya lagu RAN diproduseri oleh orang di luar ketiga personelnya. Kenny Gabriel menjadi nama yang dipercaya untuk membentuk lagu ini menjadi nada-nada yang bisa meracuni telinga dan pikiran anda semua.

“Menciptakan karya di tengan pandemi merupakan hal yang cukup menantang. Untuk proses kreatif saat recording mungkin tidak melibatkan banyak orang, tapi demi menghindari pengumpulan massa, kami memutuskan untuk mengkomunikasikan visual lagu “Orang Yang Paling Kubenci” lewat animasi yang light dan easy to digest” ucap Rayi.

Tepat pada tanggal 18 Desember 2020 lagu “Orang Yang Paling Kubenci” sudah bisa anda dengerkan melalui berbagai platform digital dan video clipnya sendiri sudah bisa ditonton di kanal youtube RAN —— @RANForYourLife.

Stay Safe n Be Healthy!

2
new
Stephanie Poetri – Selfish
Views 15 | TWP 2 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Stephanie Poetri comeback dengan single pertama, ‘Selfish’ untuk EP debutnya yang sangat diantisipasi, AM : PM yang akan dirilis oleh 88rising dan didistribusikan oleh 12Tone Music.

‘Selfish’ mengeksplorasi perasaan tarik ulur masa muda yang menyenangkan dalam mengejar hubungan yang masih belum lama dan luas serta rentang emosi yang datang dengan pengalaman itu. Bekerja dengan produser Ojivolta (Selena Gomez, Shawn Mendes, Halsey), Stephanie dengan gesit berbicara tentang kecemasan, konflik, dan kegembiraan dari atraksi baru dan menggembirakan yang tercermin dalam jeda yang sama nakal dalam irama dan vokal Stephanie yang emosional.

Berbicara tentang ‘Selfish’ alias egois, Stephanie menjelaskan, “Ini adalah lagu tentang kontemplasi dan pertarungan dengan diri sendiri tentang apakah kamu memiliki hak untuk menjadi egois dalam hubungan baru ini bukan hubungan, ketika kamu memiliki seseorang tetapi kamu tidak sungguh-sungguh, dan hanya bekerja melalui semua perasaan yang sangat rumit itu”.

AM : PM mewujudkan lamunan ringan Stephanie dan pertanyaan tengah malam yang khusyuk dalam bentuk proyek musik. Alur tracklist EP tersebut merepresentasikan dualitas antara emosi yang dapat muncul di pagi hari (penuh harapan, bersemangat, cinta) versus malam hari (perasaan mendalam, muram, melankolis). Dimulai dengan suara akustik dan harmoni yang cerah, lalu mengarah ke elemen R&B (gitar dan bass lembut), AM : PM bertransisi dengan mulus dari siang ke malam saat kamu mendengarkan lagu dari atas ke bawah.

3
new
Rendy Pandugo – MR. SUN
Views 18 | TWP 3 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Rendy Pandugo resmi merilis single terbaru berjudul Mr. Sun secara digital.

Lagu ini merupakan sebuah ungkapan syukur atas keberadaan matahari yang memberikan kehangatan dan menyertai kehidupan manusia, meski tidak banyak yang menyadari keberkahannya.

Lagu yang ditulis pada Agustus 2020 ini berawal dari sebuah ide yang tiba-tiba muncul dari sebuah obrolan santai dengan teman lamanya.

Dalam sebuah obrolan itu mereka menceritakan tentang bagaimana orang terkadang salah paham dan menilai matahari menyebabkan masalah. Padahal matahari membawa banyak berkah bagi kehidupan manusia.

Menurutnya terkadang manusia sering kali tidak bersyukur dan justru bersembunyi dari sinar matahari pada siang hari dan bersorak ketika matahari perlahan terbenam.

Padahal matahari tidak pernah redup sedetik pun dan tetap setia mencurahkan sinarnya ke bulan untuk menerangi malam.

Rendy berharap lagu Mr. Sun bisa didengar dan mengiringi semua orang, semua situasi, semua genre, apa pun mood-nya.

Di media sosialnya, ia juga menginginkan lagu ini tetap bisa menjadi teman di kala hujan yang datang saat ini.

4
new
Teza Sumendra – Rekreasi
Views 10 | TWP 4 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Situasi pandemi yang belum terlihat ujungnya terus membatasi orang-orang untuk bertemu dan berinteraksi seperti biasa. Tidak terkecuali Teza Sumendra, yang merilis single barunya berjudul ‘Rekreasi’. Rekreasi merupakan single pertama Teza Sumendra setelah hampir dua tahun merilis single sebelumnya WKNDCRUISIN’ pada Maret 2019.

Melalui ‘Rekreasi’,  Teza bercerita tentang rasa rindunya untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang terdekatnya. Kembali diproduksi oleh Randy M. Pradipta, Rekreasi menyuguhkan alunan musik yang fun, groovy, dan identik dengan karakter vokal khas Teza Sumendra, membuat lagu ini terasa menyenangkan untuk didengarkan bersama teman-teman dan kerabat terdekat.

5
new
Yura Yunita – Duhai Sayang
Views 14 | TWP 5 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Setelah berhasil menembus pasar pendengar di Malaysia, Singapura dan Filipina melalui ‘Hoolala’ dan proyek kolaborasinya bersama penyanyi wanita dari Asia Tenggara ‘Heal’, Yura Yunita kembali ingin memanjakan pendengar setianya di Indonesia. 4 Desember 2020 ini, Yura Yunita merilis singel bertajuk ‘Duhai Sayang’, alunan musik yang menyejukan suasana dan rangkaian lirik yang cerdas dan romantis.

Dalam rilisan ini, Yura Yunita menggandeng Tulus untuk menulis lirik lagu bersama, dan Ari Renaldi sebagai produser musik. Lagu ini diharapkan dapat memperindah suasana indah bersama orang terkasih. Banyak cinta yang ingin dituangkan melalui lagu ini, dengan harapan lagu ini akan menjadi lagu cinta Indonesia sepanjang masa versi Yura Yunita.

Bersamaan dengan rilisnya lagu ini di layanan streaming digital, Yura Yunita juga merilis video musiknya. Memvisualisasikan tentang figur terkasih yang Yura Yunita syukuri atas keberadaannya. Video musik ini dirangkai secara apik oleh katakitaphoto dan dapat dinikmati melalui kanal YouTube Yura Yunita.

6
new
Kunto Aji & Nadin Amizah – Selaras
Views 25 | TWP 6 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Berselang dua tahun dari album keduanya, Mantra Mantra, Kunto Aji kembali hadir dengan single baru yang berjudul “Selaras”. Dalam single yang bercerita tentang hidup selaras di masa pandemi ini yang penuh ketidakpastian, Kunto Aji berkolaborasi dengan Nadin Amizah.

“Secara garis besar “Selaras” tentang bagaimana menyelaraskan diri di tahun pagebluk, pandemi, tahun yang penuh ketidakpastian. Selaras dengan hidup, selaras dengan semesta,” ujarnya. “Saya sudah suka dan ngefans banget sama Nadin. Selain itu, dari tema lagunya, saya merasa lagu ini cocok dinyanyikan oleh laki-laki dan Nadin salah satu penyanyi perempuan yang saat ini paling sering saya dengarkan.”

Selain dengan Nadin Amizah, banyak musisi yang terlibat dalam pembuatan Single “Selaras” ini. Ada Enrico Octaviano di drum, Gerald Situmorang di gitar, dan strings dari Chicha Adzhari, Jefrin Simanullang, Billy Aryo. Pengerjaan “Selaras” memakan waktu kurang lebih selama dua bulan di tengah pandemi.

“Pengerjaannya bisa dibilang cukup eksperimen. Pertama karena di tengah pandemi yang cukup membuat mobilitas kami terbatas. Pengerjaannya juga di studio yang harus steril dan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu juga stem-an di single ini beda dari stem musik modern. Banyak instrumen yang harus disesuaikan terutama string,” tambahnya.

Lewat “Selaras” ini, Kunto Aji berharap bisa memberikan manfaat bagi para pendengarnya. Mulai dari melalui keseharian hingga menemani dalam berpikir sambil mendengarkan “Selaras”.

7
new
Ardhito Pramono, Aurelie – I Just Couldn’t Save You Tonight
Views 11 | TWP 7 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Sejak Story of Kale: When Someone’s In Love dirilis pada 23 Oktober 2020 lalu, penonton banyak yang penasaran dengan soundtrack-nya. Mereka dikejutkan dengan kolaborasi duet Ardhito Pramono dan Aurelie Moeremans yang menjadi original soundtrack film tersebut.

Single yang diberi judul I Just Couldn’t Save You Tonight pun resmi dirilis oleh Sony Music Entertainment Indonesia.  Ardhito mengungkapkan bahwa proses pembuatan lagunya tidak memakan waktu yang lama. Ide duet sendiri lahir setelah diskusi intens dengan sang sutradara, Angga Dwimas Sasongko.

I Just Couldn’t Save You Tonight merupakan pengalaman pertama bagi Aurelie dalam berduet. Aurelie mengaku senang dan beruntung bisa berduet dengan Ardhito.

8
new
Andrew Gouw – Bersama Dirimu
Views 74 | TWP 8 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Di penghujung tahun 2020 lalu, Industri musik Indonesia kembali semarak dengan kemunculan pendatang baru berbakat, Andrew Gouw. Penyanyi muda bertalenta ini merilis single perdana berjudul Bersama Dirimu dengan genre pop yang easy listening.

Mengusung genre pop, lagu ini memiliki sentuhan R&B dengan beat yang modern. Dentingan piano dan petikan gitar yang berpadu secara harmonis membentuk instrumen musik yang asik dinikmati berbagai kalangan.

Karakter suara Andrew Gouw yang khas dengan ciri berat namun mampu melahap nada tinggi juga terdengar nikmat di telinga. Andrew Gouw seolah mengajak untuk ikut bernyanyi dan hanyut dalam liriknya.

Lagu “Bersama Dirimu” ini sendiri diciptakan oleh Daniel Kurnia. Menggunakan bahasa yang sederhana, lirik lagu ini terasa menyentuh karena sangat relate dengan pengalaman orang kebanyakan, yaitu sebuah lagu yang menceritakan tentang memori indah bersama orang tercinta.

Darah seni memang sangat kental mengalir di keluarga musisi ini. Penyanyi kelahiran Jakarta ini mewarisi darah musisi dari kakeknya yang merupakan seorang pianis klasik di Australia dan ayah yang juga merupakan seorang penyanyi choir.

Andrew Gouw sendiri telah menyukai dan mendengarkan musik sejak usia sangat belia. Sejak usia 6 tahun, ia telah aktif mengikuti kursus vokal yang semakin mengasah talentanya dalam dunia tarik suara. Saat SMA, penyanyi bersuara khas ini aktif bergabung dalam choir sebagai pengisi suara tenor, dan pernah juga perform di acara wedding dan café.

9
new
Gangga – Blue Jeans
Views 6 | TWP 9 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Gangga merilis lagu berjudul “Blue Jeans” pada Juni 2020 lalu. Lagu ini bercerita tentang sebuah barang sederhana yang berubah menjadi spesial karena memiliki sebuah kenangan dalam hidupnya.

10
new
Mahen – Datang Untuk Pergi
Views 25 | TWP 10 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Nama Petrus Mahendra atau yang lebih dikenal dengan Mahen, memang bukan nama baru di industri musik Tanah Air. Di Awal kemunculannya, Mahen dikenal kerap melakukan cover lagu-lagu hits di Instagram dan YouTube.

Dari situ, Mahen mencoba peruntungan dengan merilis lagu sendiri. Terbukti, dua single pertamanya yaitu “Pura Pura Lupa” dan “Luka yang Ku Rindu” sukses di pasaran dan bertengger di chart musik trending di YouTube.

Kali ini, Mahen kembali merilis single terbarunya yang berjudul “Datang untuk Pergi”, yang menceritakan tentang toxic relationship. Seperti dua lagu sebelumnya, single ketiga Mahen ini juga ditulis oleh Pika Iskandar.

11
new
Diskoria, Laleilmanino, Eva Celia – C.H.R.I.S.Y.E.
Views 6 | TWP 11 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Kolektif Suara Disko sedang menggarap sebuah proyek yang cukup berbeda dari proyek-proyek terdahulu. Studio Pop, proyek eksperimental yang digagas Suara Disko, dalam membuat sebuah ekosistem bagi para produser, musisi, seniman dan juga pelaku industri untuk berkolaborasi dalam sebuah karya seni.

Studio Pop mempunyai beberapa proyek yang dapat diakses via situs www.studiopop.id dan media sosial, mulai fitur ulasan atau pembahasan di ranah kultur pop  dengan melibatkan tokoh-tokoh, clothing line, dan sebuah proyek audio visual yang diberi nama Studio Pop Show.

Studio Pop Show, menyajikan gambaran aktivitas di balik penggarapan sebuah karya yang dibagi menjadi beberapa episode. Pada proyek perdana Studio Pop Show ini, akan menceritakan perjalanan duo disc-jockey Diskoria yang ditantang untuk berkolaborasi dengan produser dan seniman lainnya dalam mengasilkan sebuah lagu dalam waktu kurang dari 24 jam.

Ini bukan kali perdana, Diskoria bekerjasama dengan trio produser, Laleilmanino. Sebelumnya, Laleilmanino sudah menggarap dua rilisan Diskoria terdahulu, “Balada Insan Muda” dan “Serenata Jiwa Lara”. Akan tetapi, kali ini menjadi hal yang sedikit berbeda karena mereka harus menyelesaikan sebuah lagu dalam waktu 24 jam dengan tema yang ditentukan oleh tim Studio Pop.

Beberapa seniman lain juga terlibat dalam proyek kolaborasi ini. Eva Celia menjadi kolaborator yang menyanyikan lagu yang diberi judul “Chrisye” ini. Menariknya, Eva melakukan perekaman vokal di tempat terpisah, yakni di studionya sendiri dalam waktu bersamaan, segala arahan dilakukan secara virtual. Akhirnya, dengan eksekusi yang efektif, DiskoriaLaleilmanino dan Eva Celia mampu menyelesaikan lagu ini dengan total waktu pengerjaan kurang lebih 20 jam.

Setelah lagu “Chrisye” berhasil diselesaikan, selanjutnya Diskoria mengajak Gianni Fajri untuk terlibat dalam projek ini dan mempercayakannya sebagai sutradara video klip. Gian hanya mempunyai waktu kurang dari seminggu untuk memikirkan ide kreatif hingga proses penggarapan video klip tersebut.

Segala keseruan dibalik penggarapan lagu dan video klip “Chrisye” terangkum dalam 3 episode Studio Pop Show yang telah tayang di situs www.studiopop.id, dan bisa disaksikan secara gratis. Seperti apakah hasil kolaborasi Diskoria, Laleilmanino & Eva Celia pada lagu yang berjudul “Chrisye”? dan seperti apakah visualisasi yang diterjemahkan oleh Gianni Fajri? Teman-teman bisa mendapatkan semua jawabannya dan juga berbagai informasi dari tokoh-tokoh di ranah kultur-pop melalui situs dan media sosial Studio Pop.

12
new
TIA – Outsider
Views 24 | TWP 12 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Pandemi ternyata membuat TIA yang bernama lengkap Mutiarachmi membuka matanya. Kehidupan di sekelilingnya, cerita dari teman-teman, juga apa yang pernah dialami oleh salah satu penyiar Trax FM Jakarta ini membuat ia lebih mengerti bahwa hidup itu bermacam warna.

Ia mengerti ada hitam dan putih, tawa dan tangis, semua itu yang membuat manusia hidup. Kumpulan cerita dari kehidupan disekelilingnya lah yang menginspirasi TIA membuat lagu. Dengan harapan dapat mewakili apa yang dirasakan penikmat musiknya.

Single perdana TIA sebagai solois bertajuk “Outsider” ia tulis bersama teman bermusiknya, Indrabayu Muhammad. Dalam proses rekaman TIA dibantu oleh Rian Rahman gitaris dari band Sisitipsi sebagai produser musiknya. Bercerita tentang seseorang yang merasa kesepian ditengah keramaian. Seseorang yang masuk ke tempat baru dimana ia berusaha keras untuk beradaptasi.

Kesepian terasa sejak awal lagu, “I’m sitting alone at your birthday party. And I’m feeling lonely in this crowd that’s going crazy. I don’t know why I am here. I feel like an alien.” Namun, berujung dengan sisi introvert yang muncul dari dalam diri dan membuat ia benar-benar ingin pergi. Tergambar lewat lirik “My introvert side’s just missing her place. I miss my bed and my Ted”.

Kisah yang mungkin tanpa disadari sering terjadi dalam keseharian kita. TIA berharap lagu ini bisa menjadi teman bagi orang yang sedang mengalami hal serupa.

Vokal TIA yang merdu dengan harmonisasinya, petikan instrument gitar akustik, dan dipadu denga electric guitar yang menjadi fill in membuat “Outsider” semakin bernyawa. Membuat penikmat musiknya bisa merasakan apa yang TIA ingin sampaikan dalam lagunya.

 

13
new
Arsy Widianto & Tiara Andini – Cintanya Aku
Views 5 | TWP 13 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Lagu berjudul Cintanya Aku yang dinyanyikan oleh Tiara Andini dan Arsy Widianto dirilis pada Jumat, 22 Januari 2021 lalu. Lagu Cintanya Aku menceritakan tentang pasangan yang dimabuk cinta.

14
new
Budi Doremi – Melukis Senja
Views 13 | TWP 14 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Budi Doremi baru-baru ini telah merilis single berjudul Melukis Senja. Dikenal sebagai penyanyi yang pandai bermain kata-kata, dalam lahu ini kepiawaian Budi kembali terlihat. Lirik sederhana dan rima yang indah menjadi ciri khas lagu milik Budi Doremi.

Melihat karyanya telah didengarkan, Budi kemudian membagikan cerita dibalik lagu tersebut. Kali ini budi membicarakan perihal perjuangan dan pendampingan.

15
new
Mawar de Jongh – Mesin Waktu
Views 4 | TWP 15 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Di awal tahun 2021, Mawar de Jongh kembali meluncurkan single terbarunya. Lagu tersebut berjudul “Mesin Waktu” dan berkisah tentang pasangan yang telah mengikat janji untuk bersama selamanya. Tapi, pada akhirnya, keduanya harus berpisah.

Salah satu dari pasangan tersebut merindukan masa lalu mereka saat masih menjalin cinta dan berjanji untuk tak menyakiti satu sama lain. Sadar tak bisa kembali bersama, dia berharap ada mesin waktu yang bisa mengantarkannya ke masa lampau.

“Mesin Waktu” adalah lagu pop ballad nan mellow, sesuai dengan ciri khas musikalitas Mawar de Jongh. Proses rekamannya lagu yang ditulis oleh Pika Iskandar ini dilakukan pada akhir tahun 2020 dan menghabiskan waktu satu hari untuk menyelesaikannya.

“Buat aku, semua orang pasti pernah menyesal dengan apa yang telah mereka buat di masa lalu. Kita semua tentu ingin memperbaikinya, dan hal itu yang ingin dilakukan oleh orang di lagu “Mesin Waktu” agar pasangannya tidak pergi darinya dan bertahan untuk tetap bersamanya,” jelas Mawar de Jongh.

Video klipnya sendiri disutradarai oleh Davy Linggar. Mawar de Jongh beradu peran model laki-laki bernama Axel Jan di video musiknya tersebut. “Seru video klipnya, shooting dari siang sampai malam, setengah hari,” ujar Mawar de Jongh.

Terkait “Mesin Waktu”, Simhala Avadana selaku A&R Trinity Optima Production mengatakan bahwa dia jatuh cinta pada lagu tersebut. Selain karena ciptaan Pika Iskandar, notasi lagunya sangat kuat dan temanya relate dengan banyak orang. Lagunya pun tidak banyak berubah dari demonya. Aransemen piano di lagu “Mesin Waktu” terdengar klasik dan sesuai dengan konsep back in time, membuat para pendengarnya seperti dibawa kembali ke masa lalu.

“Hari berganti hari, Mawar de Jongh semakin matang secara vokal. Penjiwaannya terhadap lagu “Mesin Waktu” juga patut diacungi jempol karena dia bisa menyampaikan pesan lagu tersebut dengan baik lewat suaranya,” ucap Mhala. “Semoga “Mesin Waktu” bisa diterima dengan baik oleh orang-orang, terutama Mawaries (sebutan untuk fans Mawar). Semoga Mawaries tetap kompak, selalu mendukung aku, dan menunggu proyek-proyek aku selain lagu ini,’ tutup Mawar de Jongh.

16
new
Nadin Amizah – Bertaut
Views 19 | TWP 16 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Penyanyi solo wanita Nadin Amizah merilis video musik untuk salah satu lagunya di album Selamat Ulang Tahun, yang berjudul “Bertaut”, yang mengisahkan tentang ikatan seorang ibu dan anak.

‘Bertaut’ telah menjadi salah satu lagu favorit pendengar. Bercerita tentang ikatan ibu dan anak, dirangkai dalam bahasa yang tajam dan indah,” kata Nadin, sebagaimana dikutip Antara News. “‘Bertaut’ sangat lugas menuturkan tentang batin dan cinta yang tumbuh bersama melekat dalam satu,” ujarnya menambahkan.

Ingin memberi para penggemar lebih jauh mengenal ceritanya, Nadin menggandeng Stephany Azali sebagai sutradara dan memproduksi video musik lagu “Bertaut”. Visual dirangkai dengan gaya khas Nadin, serta dikemas dengan mengandalkan kepiawaian tiga orang pemeran, mewakili tokoh anak, ibu dan nenek.

“Bertaut” merupakan salah satu lagu dalam album Selamat Ulang Tahun yang dirilis oleh Nadin pada tanggal 28 Mei 2020, dan menjadi lagu Nadin dengan jumlah streaming tertinggi.

17
new
Hindia, Dipha Barus – Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 7
Views 10 | TWP 17 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Sebagai pembuka tahun 2021, Baskara Putra yang lebih dikenal sebagai Hindia meluncurkan karya terbarunya berjudul “Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 7”. Lagu yang merupakan bagian baru dari “Tidak Ada Salju di Sini” dirilis oleh Sun Eater di berbagai platform digital pada 15 Januari 2021. Menurut Baskara, seri lagu ini menggambarkan bagaimana rasanya Natal di bulan Desember sebagai orang beragama Kristen di Indonesia dengan fokus yang mengarah ke aspek sosial.

Pada akhir 2018, mini album “Tidak Ada Salju di Sini” dirilis dengan deretan lagu “Tidak Ada Salju di Sini” bagian 1-4 oleh Enrico Octaviano, Petra Sihombing, Herald “Krautmilk” Reynaldo. Menyusul keempat bagian awal, bagian kelima oleh Petra dan Enrico kemudian dirilis di akhir 2019. Kini, bagian ketujuh pun hadir dengan melibatkan Dipha Barus sebagai produser.

Selain itu, Baskara juga mengajak Mohammed Kamga sebagai pembuat notasi melodi vokal di “Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 7”.  Dalam lagu ini, Kamga diminta oleh Baskara untuk menambahkan paduan suara. “Tapi di kepala dia, koornya bukan koor yang riang. Koor yang perih,” kata Kamga. Lagu ini pun akhirnya dilengkapi dengan isian gitar oleh Petra Sihombing yang merupakan salah satu pemain utama di seri Tidak Ada Salju di Sini.

Di awal lagu “Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 7”, bunyi monitor detak jantung yang digabungkan dengan pelafalan Doa Bapa Kami oleh seorang anak kecil dapat langsung terdengar. Menurut press release, suara jantung ini direkam langsung oleh Dipha Barus dari seorang pasien COVID-19.

Dari segi lirik, “Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 7” kembali mengungkapkan keresahan yang dialami sebagai umat Kristiani di Indonesia. Aksi teror yang terjadi di Sigi ketika lagu ini sedang dibuat seakan-akan menjadi pengingat bahwa perjalanan masih panjang untuk menuju toleransi yang sesungguhnya. “Ya, benar-benar cuma bisa nyanyi. Ini kayak pengalaman kolektif yang orang Kristen rasakan di sini,” kata Baskara. Tampaknya, apabila kondisi masih terus seperti ini “Tidak Ada Salju di Sini” akan selalu muncul dan menciptakan bagian-bagian baru lainnya.

18
new
Juicy Luicy – H-5
Views 14 | TWP 18 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Grup musik Juicy Luicy menghadirkan album berjudul Sentimental. Lewat karyanya, band bentukan 2010 tersebut mengajak penikmat untuk merayakan kesedihan dan kebahagiaan secara bersamaan.

Album ini menjadi pelengkap Sentimental: Side A yang rilis Oktober 2019. Hingga saat ini, album EP yang diproduksi E-Motion Entertainment itu sudah didengar lebih dari 90 juta stream di aplikasi Spotify.

Sementara, album Sentimental terbaru turut hadir dalam bentuk CD. Karya dengan 11 lagu tersebut menjadi pembuktian Juicy Luicy sebagai nominasi Billboard Indonesia Music Awards 2020, dalam kategori Top of Duo/Group/Band of the Year.

19
new
Afgan – say i’m sorry
Views 1 | TWP 19 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Afgan kembali melahirkan karya setelah absen selama 2 tahun. Single terbarunya itu berjudul “say i’m sorry”, terobosan global pertamanya sekaligus debutnya dengan EMPIRE, label ikonis Amerika Serikat yang menaungi Iggy Azalea, Snoop Dogg, Adam Lambert, Tyga, Robin Thicke, hingga Busta Rhymes.

Mengusung slow-burning R&B dengan sentuhan modern yang didominasi synthesizer, “say i’m sorry” berpadu apik dengan suara Afgan yang khas. Lagu tersebut diproduseri oleh Tha Aristocrats (yang juga pernah memproduseri Chris Brown, EXO, BoA) dan ditulis oleh Chaz Jackson, Dashawn White, Benny Mayne, Emily Vaughn, Orlando Williamson, serta Yusuke Sato.

“say i’m sorry” berkisah tentang sebuah penyesalan. Waktu tak akan bisa diulang, dan yang bisa dilakukan adalah mengingat kenangan akan rasa yang pernah ada.

“Aku berharap, saat orang-orang mendengarkan lagu ini, kesedihan dan rasa sakit yang pernah kita rasakan membuat kita belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik. Penyesalan itu ada untuk memberi kita pelajaran, agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan,” tutur Afgan.

Merilis karya secara internasional adalah impian Afgan sejak dia mulai berkarier di dunia musik. Setelah berkarya selama kurang lebih 13 tahun lamanya, Afgan berpikir bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk menantang dirinya demi berkembang menjadi musisi, vokalis, sekaligus penulis lagu ke level yang lebih tinggi. Juga, memperlihatkan sisi lain dari dirinya yang belum pernah ia perlihatkan sebelumnya.

Soal rekaman, Afgan melakukannya di studio EMPIRE, Amerika Serikat. Banyak yang ia rasakan, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru hingga belajar banyak hal secara profesional.

“Banyak hal yang membuatku terinspirasi. EMPIRE paham apa yang aku inginkan dan mereka juga membantuku beradaptasi. Aku sangat bangga bisa bekerja sama dengan EMPIRE dan aku sudah tidak sabar ingin memperdengarkan lagu-lagu baruku,” kata Afgan.

“Impresi pertamaku tentang Afgan, dia adalah orang yang sopan dan sangat terbuka dengan ide apapun. Afgan adalah penyanyi berbakat dan sangat mencintai musik. Aku mendengar suaranya untuk pertama kali saat kami bertemu secara virtual. Tapi, ketika kami bertatap muka di studio dan aku mendengarnya bernyanyi di depan mataku, aku bisa melihat kemampuannya yang sebenarnya, terutama jangkauan vokalnya, dan etos kerjanya yang bagus,” ucap Tina Davis selaku Vice President A&R EMPIRE.

Hidup bersama karya-karya Stevie Wonder, Whitney Houston, dan Brian McKnight sejak kecil, Afgansyah Reza memantapkan dirinya sebagai salah satu bintang terbesar di Indonesia sejak album debutnya, “Confession No.1”, rilis pada Januari 2008. Selama berkarier, Afgan telah meraih kurang lebih 60 penghargaan di dunia musik dan memiliki lebih dari 17 juta pengikut di media sosial. Di tahun 2019, Afgan meraup lebih dari 44 juta streaming di Spotify dari 79 negara.

Tak hanya itu, Afgan juga sukses menggelar konser di beberapa kota di Indonesia dan sejumlah negara di Asia. Tiket konsernya selalu terjual habis. Setelah kehadirannya diakui industri musik Asia, Afgan siap melebarkan sayapnya di tahun 2021 ini, yakni dengan berkarya secara internasional.

“Sebagai label yang menaungi Afgan selama ini, kami sangat mendukung dan bangga melihat perjalanan kariernya sampai sekarang. Mimpinya untuk berkarya ke tingkat yang lebih tinggi menjadi kenyataan, dan kami harap Afgan bisa membawa nama baik Indonesia ke panggung internasional. Fans pasti menyukai musik Afgan yang baru, begitu juga sosoknya,” ucap Yonathan Nugroho, Managing Director Trinity Optima Production.

20
new
Pamungkas – Be Okay Again Today
Views 1 | TWP 20 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Solois Pamungkas resmi merilis single terbaru bertajuk Be Okay Again Today secara digital Januari lalu, sebagai pembuka jalan bagi album anyarnya, Solopsism 0.2.

Pamungkas mengumumkan langsung kabar tersebut melalui Instagram pribadinya. Ia menjelaskan bahwa Be Okay Again Today merupakan single pertama dari album mendatang yang bertajuk Solipsism 0.2.

Periode 27 Februari – 6 Maret 2021

Chart 20:20 Indonesia

1
new
RAN – Orang Yang Paling Kubenci
Views 11 | TWP 1 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

2020 mungkin tidak berjalan sesuai harapan dan keinginan banyak orang, tapi selalu ada hal baik yang bisa diambil dari sebuah kejadian. Di penghujung tahun 2020 lalu, RAN memutuskan untuk merilis sebuah single yang dikerjakan selama pandemi Covid-19 berjalan.

Sedikit kilas balik di tahun 2019, RAN merilis project Omne Trium Perfectum yang menghasilkan 3 lagu yang terasa sangat mewakili 3 personel dari RAN. “Ain’t Gonna Give Up” oleh Rayi yang berkolaborasi dengan RAMENGVRL“Saling Merindu” oleh Asta, dan “Si Lemah” oleh Nino yang berkolaborasi dengan Hindia. Band yang merayakan 15 tahun kebersamaannya tahun depan ini menandai era barunya di tahun 2020 ini dengan single “Orang yang Paling Kubenci”.

This is another ear catchy and feel-good love song yang bisa jadi soundtrack percintaan banyak orang. Bercerita tentang jatuh cinta kepada orang yang sangat jauh dari bayangan dan ekspektasi, bahkan cenderung kita benci, hal klasik yang sering terjadi karena pada dasarnya kita memang tidak mungkin mengatur semua hal agar sesuai dengan rencana, terutama masalah cinta.

Lagu ini merupakan turning point untuk Rayi, Asta, Nino karena untuk pertama kalinya lagu RAN diproduseri oleh orang di luar ketiga personelnya. Kenny Gabriel menjadi nama yang dipercaya untuk membentuk lagu ini menjadi nada-nada yang bisa meracuni telinga dan pikiran anda semua.

“Menciptakan karya di tengan pandemi merupakan hal yang cukup menantang. Untuk proses kreatif saat recording mungkin tidak melibatkan banyak orang, tapi demi menghindari pengumpulan massa, kami memutuskan untuk mengkomunikasikan visual lagu “Orang Yang Paling Kubenci” lewat animasi yang light dan easy to digest” ucap Rayi.

Tepat pada tanggal 18 Desember 2020 lagu “Orang Yang Paling Kubenci” sudah bisa anda dengerkan melalui berbagai platform digital dan video clipnya sendiri sudah bisa ditonton di kanal youtube RAN —— @RANForYourLife.

Stay Safe n Be Healthy!

2
new
Stephanie Poetri – Selfish
Views 15 | TWP 2 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Stephanie Poetri comeback dengan single pertama, ‘Selfish’ untuk EP debutnya yang sangat diantisipasi, AM : PM yang akan dirilis oleh 88rising dan didistribusikan oleh 12Tone Music.

‘Selfish’ mengeksplorasi perasaan tarik ulur masa muda yang menyenangkan dalam mengejar hubungan yang masih belum lama dan luas serta rentang emosi yang datang dengan pengalaman itu. Bekerja dengan produser Ojivolta (Selena Gomez, Shawn Mendes, Halsey), Stephanie dengan gesit berbicara tentang kecemasan, konflik, dan kegembiraan dari atraksi baru dan menggembirakan yang tercermin dalam jeda yang sama nakal dalam irama dan vokal Stephanie yang emosional.

Berbicara tentang ‘Selfish’ alias egois, Stephanie menjelaskan, “Ini adalah lagu tentang kontemplasi dan pertarungan dengan diri sendiri tentang apakah kamu memiliki hak untuk menjadi egois dalam hubungan baru ini bukan hubungan, ketika kamu memiliki seseorang tetapi kamu tidak sungguh-sungguh, dan hanya bekerja melalui semua perasaan yang sangat rumit itu”.

AM : PM mewujudkan lamunan ringan Stephanie dan pertanyaan tengah malam yang khusyuk dalam bentuk proyek musik. Alur tracklist EP tersebut merepresentasikan dualitas antara emosi yang dapat muncul di pagi hari (penuh harapan, bersemangat, cinta) versus malam hari (perasaan mendalam, muram, melankolis). Dimulai dengan suara akustik dan harmoni yang cerah, lalu mengarah ke elemen R&B (gitar dan bass lembut), AM : PM bertransisi dengan mulus dari siang ke malam saat kamu mendengarkan lagu dari atas ke bawah.

3
new
Rendy Pandugo – MR. SUN
Views 18 | TWP 3 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Rendy Pandugo resmi merilis single terbaru berjudul Mr. Sun secara digital.

Lagu ini merupakan sebuah ungkapan syukur atas keberadaan matahari yang memberikan kehangatan dan menyertai kehidupan manusia, meski tidak banyak yang menyadari keberkahannya.

Lagu yang ditulis pada Agustus 2020 ini berawal dari sebuah ide yang tiba-tiba muncul dari sebuah obrolan santai dengan teman lamanya.

Dalam sebuah obrolan itu mereka menceritakan tentang bagaimana orang terkadang salah paham dan menilai matahari menyebabkan masalah. Padahal matahari membawa banyak berkah bagi kehidupan manusia.

Menurutnya terkadang manusia sering kali tidak bersyukur dan justru bersembunyi dari sinar matahari pada siang hari dan bersorak ketika matahari perlahan terbenam.

Padahal matahari tidak pernah redup sedetik pun dan tetap setia mencurahkan sinarnya ke bulan untuk menerangi malam.

Rendy berharap lagu Mr. Sun bisa didengar dan mengiringi semua orang, semua situasi, semua genre, apa pun mood-nya.

Di media sosialnya, ia juga menginginkan lagu ini tetap bisa menjadi teman di kala hujan yang datang saat ini.

4
new
Teza Sumendra – Rekreasi
Views 10 | TWP 4 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Situasi pandemi yang belum terlihat ujungnya terus membatasi orang-orang untuk bertemu dan berinteraksi seperti biasa. Tidak terkecuali Teza Sumendra, yang merilis single barunya berjudul ‘Rekreasi’. Rekreasi merupakan single pertama Teza Sumendra setelah hampir dua tahun merilis single sebelumnya WKNDCRUISIN’ pada Maret 2019.

Melalui ‘Rekreasi’,  Teza bercerita tentang rasa rindunya untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang terdekatnya. Kembali diproduksi oleh Randy M. Pradipta, Rekreasi menyuguhkan alunan musik yang fun, groovy, dan identik dengan karakter vokal khas Teza Sumendra, membuat lagu ini terasa menyenangkan untuk didengarkan bersama teman-teman dan kerabat terdekat.

5
new
Yura Yunita – Duhai Sayang
Views 14 | TWP 5 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Setelah berhasil menembus pasar pendengar di Malaysia, Singapura dan Filipina melalui ‘Hoolala’ dan proyek kolaborasinya bersama penyanyi wanita dari Asia Tenggara ‘Heal’, Yura Yunita kembali ingin memanjakan pendengar setianya di Indonesia. 4 Desember 2020 ini, Yura Yunita merilis singel bertajuk ‘Duhai Sayang’, alunan musik yang menyejukan suasana dan rangkaian lirik yang cerdas dan romantis.

Dalam rilisan ini, Yura Yunita menggandeng Tulus untuk menulis lirik lagu bersama, dan Ari Renaldi sebagai produser musik. Lagu ini diharapkan dapat memperindah suasana indah bersama orang terkasih. Banyak cinta yang ingin dituangkan melalui lagu ini, dengan harapan lagu ini akan menjadi lagu cinta Indonesia sepanjang masa versi Yura Yunita.

Bersamaan dengan rilisnya lagu ini di layanan streaming digital, Yura Yunita juga merilis video musiknya. Memvisualisasikan tentang figur terkasih yang Yura Yunita syukuri atas keberadaannya. Video musik ini dirangkai secara apik oleh katakitaphoto dan dapat dinikmati melalui kanal YouTube Yura Yunita.

6
new
Kunto Aji & Nadin Amizah – Selaras
Views 25 | TWP 6 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Berselang dua tahun dari album keduanya, Mantra Mantra, Kunto Aji kembali hadir dengan single baru yang berjudul “Selaras”. Dalam single yang bercerita tentang hidup selaras di masa pandemi ini yang penuh ketidakpastian, Kunto Aji berkolaborasi dengan Nadin Amizah.

“Secara garis besar “Selaras” tentang bagaimana menyelaraskan diri di tahun pagebluk, pandemi, tahun yang penuh ketidakpastian. Selaras dengan hidup, selaras dengan semesta,” ujarnya. “Saya sudah suka dan ngefans banget sama Nadin. Selain itu, dari tema lagunya, saya merasa lagu ini cocok dinyanyikan oleh laki-laki dan Nadin salah satu penyanyi perempuan yang saat ini paling sering saya dengarkan.”

Selain dengan Nadin Amizah, banyak musisi yang terlibat dalam pembuatan Single “Selaras” ini. Ada Enrico Octaviano di drum, Gerald Situmorang di gitar, dan strings dari Chicha Adzhari, Jefrin Simanullang, Billy Aryo. Pengerjaan “Selaras” memakan waktu kurang lebih selama dua bulan di tengah pandemi.

“Pengerjaannya bisa dibilang cukup eksperimen. Pertama karena di tengah pandemi yang cukup membuat mobilitas kami terbatas. Pengerjaannya juga di studio yang harus steril dan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu juga stem-an di single ini beda dari stem musik modern. Banyak instrumen yang harus disesuaikan terutama string,” tambahnya.

Lewat “Selaras” ini, Kunto Aji berharap bisa memberikan manfaat bagi para pendengarnya. Mulai dari melalui keseharian hingga menemani dalam berpikir sambil mendengarkan “Selaras”.

7
new
Ardhito Pramono, Aurelie – I Just Couldn’t Save You Tonight
Views 11 | TWP 7 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Sejak Story of Kale: When Someone’s In Love dirilis pada 23 Oktober 2020 lalu, penonton banyak yang penasaran dengan soundtrack-nya. Mereka dikejutkan dengan kolaborasi duet Ardhito Pramono dan Aurelie Moeremans yang menjadi original soundtrack film tersebut.

Single yang diberi judul I Just Couldn’t Save You Tonight pun resmi dirilis oleh Sony Music Entertainment Indonesia.  Ardhito mengungkapkan bahwa proses pembuatan lagunya tidak memakan waktu yang lama. Ide duet sendiri lahir setelah diskusi intens dengan sang sutradara, Angga Dwimas Sasongko.

I Just Couldn’t Save You Tonight merupakan pengalaman pertama bagi Aurelie dalam berduet. Aurelie mengaku senang dan beruntung bisa berduet dengan Ardhito.

8
new
Andrew Gouw – Bersama Dirimu
Views 74 | TWP 8 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Di penghujung tahun 2020 lalu, Industri musik Indonesia kembali semarak dengan kemunculan pendatang baru berbakat, Andrew Gouw. Penyanyi muda bertalenta ini merilis single perdana berjudul Bersama Dirimu dengan genre pop yang easy listening.

Mengusung genre pop, lagu ini memiliki sentuhan R&B dengan beat yang modern. Dentingan piano dan petikan gitar yang berpadu secara harmonis membentuk instrumen musik yang asik dinikmati berbagai kalangan.

Karakter suara Andrew Gouw yang khas dengan ciri berat namun mampu melahap nada tinggi juga terdengar nikmat di telinga. Andrew Gouw seolah mengajak untuk ikut bernyanyi dan hanyut dalam liriknya.

Lagu “Bersama Dirimu” ini sendiri diciptakan oleh Daniel Kurnia. Menggunakan bahasa yang sederhana, lirik lagu ini terasa menyentuh karena sangat relate dengan pengalaman orang kebanyakan, yaitu sebuah lagu yang menceritakan tentang memori indah bersama orang tercinta.

Darah seni memang sangat kental mengalir di keluarga musisi ini. Penyanyi kelahiran Jakarta ini mewarisi darah musisi dari kakeknya yang merupakan seorang pianis klasik di Australia dan ayah yang juga merupakan seorang penyanyi choir.

Andrew Gouw sendiri telah menyukai dan mendengarkan musik sejak usia sangat belia. Sejak usia 6 tahun, ia telah aktif mengikuti kursus vokal yang semakin mengasah talentanya dalam dunia tarik suara. Saat SMA, penyanyi bersuara khas ini aktif bergabung dalam choir sebagai pengisi suara tenor, dan pernah juga perform di acara wedding dan café.

9
new
Gangga – Blue Jeans
Views 6 | TWP 9 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Gangga merilis lagu berjudul “Blue Jeans” pada Juni 2020 lalu. Lagu ini bercerita tentang sebuah barang sederhana yang berubah menjadi spesial karena memiliki sebuah kenangan dalam hidupnya.

10
new
Mahen – Datang Untuk Pergi
Views 25 | TWP 10 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Nama Petrus Mahendra atau yang lebih dikenal dengan Mahen, memang bukan nama baru di industri musik Tanah Air. Di Awal kemunculannya, Mahen dikenal kerap melakukan cover lagu-lagu hits di Instagram dan YouTube.

Dari situ, Mahen mencoba peruntungan dengan merilis lagu sendiri. Terbukti, dua single pertamanya yaitu “Pura Pura Lupa” dan “Luka yang Ku Rindu” sukses di pasaran dan bertengger di chart musik trending di YouTube.

Kali ini, Mahen kembali merilis single terbarunya yang berjudul “Datang untuk Pergi”, yang menceritakan tentang toxic relationship. Seperti dua lagu sebelumnya, single ketiga Mahen ini juga ditulis oleh Pika Iskandar.

11
new
Diskoria, Laleilmanino, Eva Celia – C.H.R.I.S.Y.E.
Views 6 | TWP 11 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Kolektif Suara Disko sedang menggarap sebuah proyek yang cukup berbeda dari proyek-proyek terdahulu. Studio Pop, proyek eksperimental yang digagas Suara Disko, dalam membuat sebuah ekosistem bagi para produser, musisi, seniman dan juga pelaku industri untuk berkolaborasi dalam sebuah karya seni.

Studio Pop mempunyai beberapa proyek yang dapat diakses via situs www.studiopop.id dan media sosial, mulai fitur ulasan atau pembahasan di ranah kultur pop  dengan melibatkan tokoh-tokoh, clothing line, dan sebuah proyek audio visual yang diberi nama Studio Pop Show.

Studio Pop Show, menyajikan gambaran aktivitas di balik penggarapan sebuah karya yang dibagi menjadi beberapa episode. Pada proyek perdana Studio Pop Show ini, akan menceritakan perjalanan duo disc-jockey Diskoria yang ditantang untuk berkolaborasi dengan produser dan seniman lainnya dalam mengasilkan sebuah lagu dalam waktu kurang dari 24 jam.

Ini bukan kali perdana, Diskoria bekerjasama dengan trio produser, Laleilmanino. Sebelumnya, Laleilmanino sudah menggarap dua rilisan Diskoria terdahulu, “Balada Insan Muda” dan “Serenata Jiwa Lara”. Akan tetapi, kali ini menjadi hal yang sedikit berbeda karena mereka harus menyelesaikan sebuah lagu dalam waktu 24 jam dengan tema yang ditentukan oleh tim Studio Pop.

Beberapa seniman lain juga terlibat dalam proyek kolaborasi ini. Eva Celia menjadi kolaborator yang menyanyikan lagu yang diberi judul “Chrisye” ini. Menariknya, Eva melakukan perekaman vokal di tempat terpisah, yakni di studionya sendiri dalam waktu bersamaan, segala arahan dilakukan secara virtual. Akhirnya, dengan eksekusi yang efektif, DiskoriaLaleilmanino dan Eva Celia mampu menyelesaikan lagu ini dengan total waktu pengerjaan kurang lebih 20 jam.

Setelah lagu “Chrisye” berhasil diselesaikan, selanjutnya Diskoria mengajak Gianni Fajri untuk terlibat dalam projek ini dan mempercayakannya sebagai sutradara video klip. Gian hanya mempunyai waktu kurang dari seminggu untuk memikirkan ide kreatif hingga proses penggarapan video klip tersebut.

Segala keseruan dibalik penggarapan lagu dan video klip “Chrisye” terangkum dalam 3 episode Studio Pop Show yang telah tayang di situs www.studiopop.id, dan bisa disaksikan secara gratis. Seperti apakah hasil kolaborasi Diskoria, Laleilmanino & Eva Celia pada lagu yang berjudul “Chrisye”? dan seperti apakah visualisasi yang diterjemahkan oleh Gianni Fajri? Teman-teman bisa mendapatkan semua jawabannya dan juga berbagai informasi dari tokoh-tokoh di ranah kultur-pop melalui situs dan media sosial Studio Pop.

12
new
TIA – Outsider
Views 24 | TWP 12 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Pandemi ternyata membuat TIA yang bernama lengkap Mutiarachmi membuka matanya. Kehidupan di sekelilingnya, cerita dari teman-teman, juga apa yang pernah dialami oleh salah satu penyiar Trax FM Jakarta ini membuat ia lebih mengerti bahwa hidup itu bermacam warna.

Ia mengerti ada hitam dan putih, tawa dan tangis, semua itu yang membuat manusia hidup. Kumpulan cerita dari kehidupan disekelilingnya lah yang menginspirasi TIA membuat lagu. Dengan harapan dapat mewakili apa yang dirasakan penikmat musiknya.

Single perdana TIA sebagai solois bertajuk “Outsider” ia tulis bersama teman bermusiknya, Indrabayu Muhammad. Dalam proses rekaman TIA dibantu oleh Rian Rahman gitaris dari band Sisitipsi sebagai produser musiknya. Bercerita tentang seseorang yang merasa kesepian ditengah keramaian. Seseorang yang masuk ke tempat baru dimana ia berusaha keras untuk beradaptasi.

Kesepian terasa sejak awal lagu, “I’m sitting alone at your birthday party. And I’m feeling lonely in this crowd that’s going crazy. I don’t know why I am here. I feel like an alien.” Namun, berujung dengan sisi introvert yang muncul dari dalam diri dan membuat ia benar-benar ingin pergi. Tergambar lewat lirik “My introvert side’s just missing her place. I miss my bed and my Ted”.

Kisah yang mungkin tanpa disadari sering terjadi dalam keseharian kita. TIA berharap lagu ini bisa menjadi teman bagi orang yang sedang mengalami hal serupa.

Vokal TIA yang merdu dengan harmonisasinya, petikan instrument gitar akustik, dan dipadu denga electric guitar yang menjadi fill in membuat “Outsider” semakin bernyawa. Membuat penikmat musiknya bisa merasakan apa yang TIA ingin sampaikan dalam lagunya.

 

13
new
Arsy Widianto & Tiara Andini – Cintanya Aku
Views 5 | TWP 13 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Lagu berjudul Cintanya Aku yang dinyanyikan oleh Tiara Andini dan Arsy Widianto dirilis pada Jumat, 22 Januari 2021 lalu. Lagu Cintanya Aku menceritakan tentang pasangan yang dimabuk cinta.

14
new
Budi Doremi – Melukis Senja
Views 13 | TWP 14 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Budi Doremi baru-baru ini telah merilis single berjudul Melukis Senja. Dikenal sebagai penyanyi yang pandai bermain kata-kata, dalam lahu ini kepiawaian Budi kembali terlihat. Lirik sederhana dan rima yang indah menjadi ciri khas lagu milik Budi Doremi.

Melihat karyanya telah didengarkan, Budi kemudian membagikan cerita dibalik lagu tersebut. Kali ini budi membicarakan perihal perjuangan dan pendampingan.

15
new
Mawar de Jongh – Mesin Waktu
Views 4 | TWP 15 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Di awal tahun 2021, Mawar de Jongh kembali meluncurkan single terbarunya. Lagu tersebut berjudul “Mesin Waktu” dan berkisah tentang pasangan yang telah mengikat janji untuk bersama selamanya. Tapi, pada akhirnya, keduanya harus berpisah.

Salah satu dari pasangan tersebut merindukan masa lalu mereka saat masih menjalin cinta dan berjanji untuk tak menyakiti satu sama lain. Sadar tak bisa kembali bersama, dia berharap ada mesin waktu yang bisa mengantarkannya ke masa lampau.

“Mesin Waktu” adalah lagu pop ballad nan mellow, sesuai dengan ciri khas musikalitas Mawar de Jongh. Proses rekamannya lagu yang ditulis oleh Pika Iskandar ini dilakukan pada akhir tahun 2020 dan menghabiskan waktu satu hari untuk menyelesaikannya.

“Buat aku, semua orang pasti pernah menyesal dengan apa yang telah mereka buat di masa lalu. Kita semua tentu ingin memperbaikinya, dan hal itu yang ingin dilakukan oleh orang di lagu “Mesin Waktu” agar pasangannya tidak pergi darinya dan bertahan untuk tetap bersamanya,” jelas Mawar de Jongh.

Video klipnya sendiri disutradarai oleh Davy Linggar. Mawar de Jongh beradu peran model laki-laki bernama Axel Jan di video musiknya tersebut. “Seru video klipnya, shooting dari siang sampai malam, setengah hari,” ujar Mawar de Jongh.

Terkait “Mesin Waktu”, Simhala Avadana selaku A&R Trinity Optima Production mengatakan bahwa dia jatuh cinta pada lagu tersebut. Selain karena ciptaan Pika Iskandar, notasi lagunya sangat kuat dan temanya relate dengan banyak orang. Lagunya pun tidak banyak berubah dari demonya. Aransemen piano di lagu “Mesin Waktu” terdengar klasik dan sesuai dengan konsep back in time, membuat para pendengarnya seperti dibawa kembali ke masa lalu.

“Hari berganti hari, Mawar de Jongh semakin matang secara vokal. Penjiwaannya terhadap lagu “Mesin Waktu” juga patut diacungi jempol karena dia bisa menyampaikan pesan lagu tersebut dengan baik lewat suaranya,” ucap Mhala. “Semoga “Mesin Waktu” bisa diterima dengan baik oleh orang-orang, terutama Mawaries (sebutan untuk fans Mawar). Semoga Mawaries tetap kompak, selalu mendukung aku, dan menunggu proyek-proyek aku selain lagu ini,’ tutup Mawar de Jongh.

16
new
Nadin Amizah – Bertaut
Views 19 | TWP 16 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Penyanyi solo wanita Nadin Amizah merilis video musik untuk salah satu lagunya di album Selamat Ulang Tahun, yang berjudul “Bertaut”, yang mengisahkan tentang ikatan seorang ibu dan anak.

‘Bertaut’ telah menjadi salah satu lagu favorit pendengar. Bercerita tentang ikatan ibu dan anak, dirangkai dalam bahasa yang tajam dan indah,” kata Nadin, sebagaimana dikutip Antara News. “‘Bertaut’ sangat lugas menuturkan tentang batin dan cinta yang tumbuh bersama melekat dalam satu,” ujarnya menambahkan.

Ingin memberi para penggemar lebih jauh mengenal ceritanya, Nadin menggandeng Stephany Azali sebagai sutradara dan memproduksi video musik lagu “Bertaut”. Visual dirangkai dengan gaya khas Nadin, serta dikemas dengan mengandalkan kepiawaian tiga orang pemeran, mewakili tokoh anak, ibu dan nenek.

“Bertaut” merupakan salah satu lagu dalam album Selamat Ulang Tahun yang dirilis oleh Nadin pada tanggal 28 Mei 2020, dan menjadi lagu Nadin dengan jumlah streaming tertinggi.

17
new
Hindia, Dipha Barus – Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 7
Views 10 | TWP 17 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Sebagai pembuka tahun 2021, Baskara Putra yang lebih dikenal sebagai Hindia meluncurkan karya terbarunya berjudul “Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 7”. Lagu yang merupakan bagian baru dari “Tidak Ada Salju di Sini” dirilis oleh Sun Eater di berbagai platform digital pada 15 Januari 2021. Menurut Baskara, seri lagu ini menggambarkan bagaimana rasanya Natal di bulan Desember sebagai orang beragama Kristen di Indonesia dengan fokus yang mengarah ke aspek sosial.

Pada akhir 2018, mini album “Tidak Ada Salju di Sini” dirilis dengan deretan lagu “Tidak Ada Salju di Sini” bagian 1-4 oleh Enrico Octaviano, Petra Sihombing, Herald “Krautmilk” Reynaldo. Menyusul keempat bagian awal, bagian kelima oleh Petra dan Enrico kemudian dirilis di akhir 2019. Kini, bagian ketujuh pun hadir dengan melibatkan Dipha Barus sebagai produser.

Selain itu, Baskara juga mengajak Mohammed Kamga sebagai pembuat notasi melodi vokal di “Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 7”.  Dalam lagu ini, Kamga diminta oleh Baskara untuk menambahkan paduan suara. “Tapi di kepala dia, koornya bukan koor yang riang. Koor yang perih,” kata Kamga. Lagu ini pun akhirnya dilengkapi dengan isian gitar oleh Petra Sihombing yang merupakan salah satu pemain utama di seri Tidak Ada Salju di Sini.

Di awal lagu “Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 7”, bunyi monitor detak jantung yang digabungkan dengan pelafalan Doa Bapa Kami oleh seorang anak kecil dapat langsung terdengar. Menurut press release, suara jantung ini direkam langsung oleh Dipha Barus dari seorang pasien COVID-19.

Dari segi lirik, “Tidak Ada Salju di Sini, Pt. 7” kembali mengungkapkan keresahan yang dialami sebagai umat Kristiani di Indonesia. Aksi teror yang terjadi di Sigi ketika lagu ini sedang dibuat seakan-akan menjadi pengingat bahwa perjalanan masih panjang untuk menuju toleransi yang sesungguhnya. “Ya, benar-benar cuma bisa nyanyi. Ini kayak pengalaman kolektif yang orang Kristen rasakan di sini,” kata Baskara. Tampaknya, apabila kondisi masih terus seperti ini “Tidak Ada Salju di Sini” akan selalu muncul dan menciptakan bagian-bagian baru lainnya.

18
new
Juicy Luicy – H-5
Views 14 | TWP 18 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Grup musik Juicy Luicy menghadirkan album berjudul Sentimental. Lewat karyanya, band bentukan 2010 tersebut mengajak penikmat untuk merayakan kesedihan dan kebahagiaan secara bersamaan.

Album ini menjadi pelengkap Sentimental: Side A yang rilis Oktober 2019. Hingga saat ini, album EP yang diproduksi E-Motion Entertainment itu sudah didengar lebih dari 90 juta stream di aplikasi Spotify.

Sementara, album Sentimental terbaru turut hadir dalam bentuk CD. Karya dengan 11 lagu tersebut menjadi pembuktian Juicy Luicy sebagai nominasi Billboard Indonesia Music Awards 2020, dalam kategori Top of Duo/Group/Band of the Year.

19
new
Afgan – say i’m sorry
Views 1 | TWP 19 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Afgan kembali melahirkan karya setelah absen selama 2 tahun. Single terbarunya itu berjudul “say i’m sorry”, terobosan global pertamanya sekaligus debutnya dengan EMPIRE, label ikonis Amerika Serikat yang menaungi Iggy Azalea, Snoop Dogg, Adam Lambert, Tyga, Robin Thicke, hingga Busta Rhymes.

Mengusung slow-burning R&B dengan sentuhan modern yang didominasi synthesizer, “say i’m sorry” berpadu apik dengan suara Afgan yang khas. Lagu tersebut diproduseri oleh Tha Aristocrats (yang juga pernah memproduseri Chris Brown, EXO, BoA) dan ditulis oleh Chaz Jackson, Dashawn White, Benny Mayne, Emily Vaughn, Orlando Williamson, serta Yusuke Sato.

“say i’m sorry” berkisah tentang sebuah penyesalan. Waktu tak akan bisa diulang, dan yang bisa dilakukan adalah mengingat kenangan akan rasa yang pernah ada.

“Aku berharap, saat orang-orang mendengarkan lagu ini, kesedihan dan rasa sakit yang pernah kita rasakan membuat kita belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik. Penyesalan itu ada untuk memberi kita pelajaran, agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan,” tutur Afgan.

Merilis karya secara internasional adalah impian Afgan sejak dia mulai berkarier di dunia musik. Setelah berkarya selama kurang lebih 13 tahun lamanya, Afgan berpikir bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk menantang dirinya demi berkembang menjadi musisi, vokalis, sekaligus penulis lagu ke level yang lebih tinggi. Juga, memperlihatkan sisi lain dari dirinya yang belum pernah ia perlihatkan sebelumnya.

Soal rekaman, Afgan melakukannya di studio EMPIRE, Amerika Serikat. Banyak yang ia rasakan, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru hingga belajar banyak hal secara profesional.

“Banyak hal yang membuatku terinspirasi. EMPIRE paham apa yang aku inginkan dan mereka juga membantuku beradaptasi. Aku sangat bangga bisa bekerja sama dengan EMPIRE dan aku sudah tidak sabar ingin memperdengarkan lagu-lagu baruku,” kata Afgan.

“Impresi pertamaku tentang Afgan, dia adalah orang yang sopan dan sangat terbuka dengan ide apapun. Afgan adalah penyanyi berbakat dan sangat mencintai musik. Aku mendengar suaranya untuk pertama kali saat kami bertemu secara virtual. Tapi, ketika kami bertatap muka di studio dan aku mendengarnya bernyanyi di depan mataku, aku bisa melihat kemampuannya yang sebenarnya, terutama jangkauan vokalnya, dan etos kerjanya yang bagus,” ucap Tina Davis selaku Vice President A&R EMPIRE.

Hidup bersama karya-karya Stevie Wonder, Whitney Houston, dan Brian McKnight sejak kecil, Afgansyah Reza memantapkan dirinya sebagai salah satu bintang terbesar di Indonesia sejak album debutnya, “Confession No.1”, rilis pada Januari 2008. Selama berkarier, Afgan telah meraih kurang lebih 60 penghargaan di dunia musik dan memiliki lebih dari 17 juta pengikut di media sosial. Di tahun 2019, Afgan meraup lebih dari 44 juta streaming di Spotify dari 79 negara.

Tak hanya itu, Afgan juga sukses menggelar konser di beberapa kota di Indonesia dan sejumlah negara di Asia. Tiket konsernya selalu terjual habis. Setelah kehadirannya diakui industri musik Asia, Afgan siap melebarkan sayapnya di tahun 2021 ini, yakni dengan berkarya secara internasional.

“Sebagai label yang menaungi Afgan selama ini, kami sangat mendukung dan bangga melihat perjalanan kariernya sampai sekarang. Mimpinya untuk berkarya ke tingkat yang lebih tinggi menjadi kenyataan, dan kami harap Afgan bisa membawa nama baik Indonesia ke panggung internasional. Fans pasti menyukai musik Afgan yang baru, begitu juga sosoknya,” ucap Yonathan Nugroho, Managing Director Trinity Optima Production.

20
new
Pamungkas – Be Okay Again Today
Views 1 | TWP 20 | LWP 0
Album
Producer
Director
Cast

Description

Solois Pamungkas resmi merilis single terbaru bertajuk Be Okay Again Today secara digital Januari lalu, sebagai pembuka jalan bagi album anyarnya, Solopsism 0.2.

Pamungkas mengumumkan langsung kabar tersebut melalui Instagram pribadinya. Ia menjelaskan bahwa Be Okay Again Today merupakan single pertama dari album mendatang yang bertajuk Solipsism 0.2.