Sebuah hasil studi yang dipresentasikan dalam ajang tahunan Experimental Biology Conference di Amerika Serikat (AS) menemukan fakta bahwa saat tertawa, daya kerja otak akan sama besarnya ketika tengah melakukan meditasi. Hal ini berarti bahwa tertawa memberikan efek sehat yang cukup besar bagi manusia.

Studi tersebut dilakukan oleh para peneliti di Universitas Loma Linda, AS, di mana mengikutsertakan sebanyak 31 orang responden di dalamnya. Seluruh responden tersebut diteliti daya kerja otaknya ketika menonton sebuah video lucu dan sebuah video yang dapat memicu stres.

Adapun yang diteliti dalam studi tersebut adalah sembilan bagian penting di dalam otak, di mana ditemukan fakta bahwa kesembilan bagian otak tersebut aktif saat responden tertawa. Selain itu, ditemukan pula fakta bahwa saat tertawa, otak menghasilkan gelombang gamma yang tinggi yang dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks dan secara bersamaan juga bantu meningkatkan ketajaman daya kerja otak.

Dr. Lee Berk, pimpinan studi tersebut, menjelaskan bahwa aktifnya gelombang gamma berkaitan dengan peningkatan dopamine (senyawa pendorong kerja otak) dan menempatkan tingkat kognitif otak pada titik tertinggi.

Hal yang kita ketahui selama ini adalah gelombang gamma dapat ditemui di seluruh bagian otak dan berjasa dalam mendorong daya kerja otak menjadi lebih tajam, dan inilah yang dapat dijelaskan mengapa ketika setelah bermeditasi, daya kerja otak terasa lebih baik dari sebelumnya,” jelas Dr. Lee.

Dr. Berk juga menambahkan bahwa dengan tertawa, tubuh juga akan mendapat beberapa manfaat baik lainnya, seperti menurunkan tingkat stres, menjaga tekanan darah normal, dan meringankan rasa sakit.

TEKS: HAPPY FERDIAN
FOTO: DOK. ESQUIRE

Sumber: Esquire

Buat kamu yang pengin dengerin musik berkualitas, streaming aja di sini atau download aplikasinya di iOS dan Google Play Store!

Baca juga:
Ulang tahun ke-25, Backstreet Boys akan tur dunia
Arnold Schwarzenegger rayakan ulang tahun ke-70!
Rilis single “Pretty Girl”, Rayi Putra ajak wanita cantik Indonesia