Tim Burton memang punya gaya yang khas dalam membuat film-filmnya. Selalu ada nuansa gelap, suram, dan tragedi yang mengiringi kisah yang ia sajikan Sama seperti karya filmnya, buku ini juga menyampaikan kisah-kisah dongeng anak-anak tetapi dengan penuh kesuraman dan tragedi. 23 kisah terangkum di dalamnya dan menceritakan tentang penderitaan anak-anak yang terkucilkan karena bentuk tubuh yang tidak normal, kebiasaan yang aneh, atau orang tua yang terkejut dengan rupa anaknya, tetapi mereka tetap berusaha untuk menjadi anak yang normal. Yang menarik adalah seakan-akan Anak Trax akan dibuat merasakan guilty pleasure ketika membaca buku ini karena ada rasa humor terhadap kisah yang disajikan, tapi juga sekaligus muncul simpati terhadap si tokoh cerita. Selain itu yang membuat buku ini menarik adalah gaya penulisannya yang memiliki ritme:
For their supper they had one spectacular dish, a simmering stew of mollusks and fish. And while he savored the broth, her bride’s heart made a wish.
Terakhir, dengan penampilan yang artistik, penuh warna dan gambar-gambar ilustrasi, membuat buku dongeng ini akan mengingatkan Anak Trax terhadap karya-karya Roald Dahl dan Dr. Seuss. (Cynthia)