Setelah sukses menulis buku Looking for Alaska, An Abundance of Katherines dan Paper Towns beberapa tahun lalu, kini  penulis buku terlaris, John Green pun kembali sukses dalam bukunya yang berjudul The Fault in Our Stars.

Berbeda dari buku-buku sebelumnya, dalam buku The Fault in Our Stars ini, Green membuat cerita cinta yang menyedihkan namun dikemas dengan cerita yang ceria.

The Fault in Our Stars sendiri menceritakan seorang remaja berusia 16 tahun bernama Hazel Grace yang menderita penyakit kanker tiriod.

Kanker yang sudah di staduim 4 dan semakin menyebar  ke paru-paru membuat tokoh gadis ini susah bernapas sehingga harus menggunakan alat bantu pernapasan berupa selang dan tabung. Hal tersebut juga yang memberatkan Hazel, karena  ia harus selalu bawanya kemanapun ia pergi.

Hazel yang mengikuti pertemuan bagi anak-anak penderita kanker, suatu hari dalam pertemuannya itu ia bertemu dengan seorang pria bernama Augustus Waters yang juga menderita kanker. Berbeda dengan kanker yang diderita Hazel, Gus menderita kanker osteosarkoma yang membuatnya terpaksa kehilangan satu kaki.

Gus yang tampan, baik, dan selalu membawa energi yang positif membuat Hazel jatuh cinta kepadanya, begitu juga sebaliknya. Gus juga mencintai Hazel.

Cerita cinta penderita kanker memang terkesan menyedihkan, namun John Green menuliskan novelnya itu dengan kata-kata yang indah dan ceria. Ia mengemas novelnya tersebut tidak hanya dari sisi yang menyedihkannya saja namun juga dari sisi humor yang akan membuat para pembacanya terhanyut dalam cerita.

Anak Trax pasti juga udah pada tahu dong, kalau  novel ini juga telah diangkat dalam sebuah film layar lebar. Buat Anak Trax yang sudah nonton filmnya, jangan lupa untuk baca novelnya ya. Dijamin nggak kalah seru dari filmnya. « [teks @nandyaBachtiar | foto byubookstore.com]