Delta Goodrem Tunjukkan ‘Extra Love’ untuk Ed Sheeran, Dukungan Spesial di Industri Musik
Pada pertengahan Februari 2026, publik musik internasional dibuat penasaran oleh pernyataan hangat dari penyanyi dan penulis lagu asal Australia, Delta Goodrem, yang secara terbuka mengungkapkan kekagumannya terhadap superstar global Ed Sheeran. Dalam wawancara santai di program radio The Maddy Rowe Show yang tayang di Nova, Goodrem tidak ragu menyebut bahwa ia memiliki “extra love” untuk Sheeran, sebuah ungkapan yang langsung menarik perhatian penggemar dan media hiburan.
Ungkapan tersebut tidak disampaikan dalam konteks gosip atau sensasi, melainkan sebagai bentuk apresiasi tulus antar sesama musisi. Goodrem menjelaskan bahwa kekagumannya berakar pada kualitas Sheeran sebagai penulis lagu. Baginya, Sheeran bukan hanya artis pop dengan deretan hit global, tetapi sosok kreator yang mampu menghadirkan emosi jujur dan universal dalam setiap karya. Dalam industri yang sangat kompetitif, pengakuan seperti ini memiliki makna besar terutama ketika datang dari figur senior yang juga dikenal memiliki reputasi kuat sebagai songwriter.
Pernyataan itu pun cepat menyebar di media sosial dan portal berita hiburan. Para penggemar Sheeran menyambutnya dengan antusias, sementara penggemar Goodrem merasa bangga melihat idolanya memberikan dukungan terbuka kepada artis lain. Diskusi pun berkembang, bukan hanya tentang kemungkinan kolaborasi, tetapi juga tentang pentingnya solidaritas dalam industri musik global.
Delta Goodrem bukanlah nama asing di industri musik Australia. Sejak kemunculannya di awal 2000-an, ia telah menjelma menjadi salah satu ikon pop paling berpengaruh dari Negeri Kanguru, dengan karier yang dibangun di atas bakat menulis lagu, kemampuan vokal yang emosional, serta kedekatan personal dengan pendengarnya. Prestasinya pun berbicara lantang, Goodrem telah mengoleksi 12 ARIA Awards dari Australian Recording Industry Association, sebuah pencapaian yang menegaskan statusnya sebagai salah satu artis paling dihormati di negaranya. Ia juga berhasil menempatkan lima album di posisi No. 1 tangga album Australia, termasuk album debut fenomenalnya, Innocent Eyes (2003), yang bertahan selama 29 minggu di puncak tangga lagu dan menjadi salah satu debut tersukses dalam sejarah musik Australia.

Namun perjalanan Goodrem tidak hanya soal angka dan penghargaan; ia juga dikenal sebagai figur yang tangguh dan adaptif di tengah perubahan industri musik yang cepat. Dari era penjualan fisik hingga dominasi platform streaming, ia mampu mempertahankan relevansi dengan terus berevolusi secara artistik maupun strategis. Langkah besarnya pada 2023 dengan mendirikan label independen ATLED Records menjadi bukti bahwa Goodrem bukan hanya seorang penyanyi dan penulis lagu berbakat, tetapi juga pebisnis musik yang memahami arah industri dan berani mengambil kendali penuh atas kariernya. Keputusan tersebut mencerminkan kemandirian kreatif sekaligus visi jangka panjangnya sebagai artis yang tidak sekadar bertahan, melainkan terus berkembang dan menginspirasi generasi berikutnya.
Ed Sheeran telah menjelma menjadi salah satu figur paling dominan di industri pop internasional sejak kemunculannya lewat album debutnya pada awal 2010-an. Berasal dari Inggris dengan gaya bermusik yang memadukan pop, folk, R&B, dan sentuhan akustik minimalis, Sheeran membangun reputasi bukan hanya sebagai penyanyi dengan karakter vokal khas, tetapi juga sebagai penulis lagu yang mampu merangkai lirik sederhana menjadi kisah yang sangat personal dan universal sekaligus. Deretan hit global seperti Shape of You, Bad Habits, dan Thinking Out Loud membuktikan konsistensinya dalam menciptakan lagu yang tak hanya mendominasi tangga lagu, tetapi juga melekat kuat dalam budaya populer dunia. “Thinking Out Loud” bahkan menjadi salah satu lagu cinta modern paling ikonik, sementara “Shape of You” memecahkan berbagai rekor streaming global, mempertegas statusnya sebagai hitmaker kelas dunia.
Namun kekuatan utama Sheeran terletak pada kemampuannya menulis lagu dengan kedalaman emosi yang autentik. Ia dikenal kerap menulis berdasarkan pengalaman pribadi tentang cinta, kehilangan, persahabatan, hingga refleksi diri yang kemudian diterjemahkan menjadi karya yang mudah diterima lintas generasi dan lintas negara. Selain kesuksesan sebagai solois, Sheeran juga aktif menulis dan berkolaborasi dengan banyak artis papan atas, memperluas pengaruhnya di balik layar industri musik. Kontribusinya sebagai songwriter untuk musisi lain semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu penulis lagu paling dihormati di generasinya.
Tur stadion berskala global yang konsisten sold out, pencapaian miliaran streaming, serta penghargaan bergengsi yang ia raih selama lebih dari satu dekade terakhir menegaskan bahwa Sheeran bukan sekadar fenomena sesaat. Popularitas dan dampak globalnya menjadikannya figur yang kerap mendapat apresiasi dari rekan seprofesi. Tidak mengherankan jika banyak musisi, termasuk Delta Goodrem, secara terbuka menyatakan kekaguman mereka terhadapnya. Bagi banyak kalangan industri, Sheeran adalah contoh ideal bagaimana talenta, kerja keras, dan konsistensi dapat berpadu menghasilkan karier yang bertahan lama di puncak industri musik dunia.

Momen yang kemudian menjadi viral itu bermula dari wawancara santai Delta Goodrem di program radio The Maddy Rowe Show di Nova. Dalam suasana yang cair dan penuh tawa, pembawa acara mengungkit kembali komentar lama dari Ed Sheeran pada tahun 2015, ketika ia sedang menjalani tur di Australia dan sempat menyebut Goodrem sebagai “dream woman”. Komentar tersebut sempat menjadi perbincangan hangat satu dekade lalu, dan kini kembali relevan karena Sheeran tengah menjalani rangkaian konser Loop Tour di Australia dan Selandia Baru. Konteks tur ini membuat topik hubungan profesional keduanya terasa semakin aktual dan menarik untuk dibahas.
Alih-alih merespons dengan nada sensasional atau memperbesar unsur gosip, Goodrem justru menanggapi dengan elegan dan penuh profesionalisme. Ia menegaskan bahwa kekagumannya terhadap Sheeran berakar pada kualitas musikalitas dan kepenulisan lagunya. “I just really like Ed Sheeran. I think he takes me to a place that… truly makes me happy, and it’s an incredible honor. He is one of the best songwriters in the world”, ujarnya tulus. Pernyataan tersebut langsung menyebar luas di media sosial dan portal hiburan, memicu gelombang respons positif dari penggemar kedua artis.
Lebih jauh lagi, Goodrem juga mengungkapkan bahwa ia dan timnya berencana menghadiri konser Sheeran serta menyempatkan diri untuk menyapanya secara langsung. Rencana sederhana itu justru membuat para Sheerio sebutan bagi penggemar Ed Sheeran semakin antusias. Banyak yang melihat momen ini sebagai simbol persahabatan dan saling dukung antar musisi lintas generasi. Percakapan yang awalnya hanya bagian dari wawancara radio pun berubah menjadi narasi besar tentang apresiasi, respek, dan kehangatan dalam industri musik global.

Ungkapan “extra love” yang disampaikan oleh Delta Goodrem jauh lebih dari sekadar pernyataan rasa suka biasa; dalam industri musik, ungkapan ini memiliki makna profesional yang lebih dalam dan dapat dipahami dalam beberapa aspek. Pertama, ini menunjukkan penghormatan lintas generasi di kalangan penulis lagu, ketika seorang artis senior seperti Goodrem secara terbuka mengagumi bakat generasi muda seperti Ed Sheeran, hal ini menyoroti pengakuan terhadap inovasi dan kemajuan dalam penulisan lagu modern, menegaskan bahwa musik adalah karya bersama yang terus berkembang dari satu era ke era berikutnya.
Kedua, ini berfungsi sebagai dukungan moral dan profesional antar artis dalam industri yang sangat kompetitif, dukungan dari figur dihormati seperti Goodrem memperkuat posisi Sheeran tidak hanya sebagai performer populer, tetapi juga sebagai profesional yang dihargai oleh rekan-rekannya, meningkatkan kredibilitasnya di luar angka penjualan atau jumlah penonton konser. Terakhir, ungkapan ini mencerminkan kekuatan globalisasi musik, karena pengaruh Sheeran yang mendunia dan status ikonik Goodrem di Australia menunjukkan bagaimana musik dapat melampaui batas geografis, memungkinkan para artis dari negara dan pasar berbeda untuk saling menginspirasi, mendukung, dan terlibat dalam dialog kreatif global.
Pernyataan Delta Goodrem tentang “extra love” untuk Ed Sheeran lebih dari sekadar komentar ramah; hal ini merupakan contoh nyata bagaimana artis dalam industri musik saling menguatkan, menghormati karya satu sama lain, dan mengakui pengaruh profesional yang saling memberi inspirasi. Dalam dunia di mana kolaborasi lintas genre dan lintas generasi semakin umum, bentuk dukungan seperti ini bukan hanya mempererat komunitas musik global, tetapi juga menunjukkan bahwa penghormatan profesional antar musisi dapat menginspirasi, memperkaya, dan mengangkat keseluruhan ekosistem musik, menegaskan bahwa di balik popularitas dan angka penjualan, nilai apresiasi dan solidaritas kreatif tetap menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri.