Billie Eilish Menang Song of the Year di Grammy 2026, Serukan Dukungan untuk Imigran, “No One Is Illegal on Stolen Land”
Billie Eilish menciptakan salah satu momen paling ikonik dan emosional dalam sejarah Grammy Awards ketika ia berhasil meraih penghargaan Song of the Year pada ajang Grammy Awards ke-68 tahun 2026. Kemenangan tersebut bukan hanya menjadi pencapaian besar dalam karier musiknya, tetapi juga menjadi sorotan global karena Eilish menggunakan panggung bergengsi itu untuk menyampaikan pesan sosial yang kuat.
Di hadapan jutaan penonton, ia dengan tegas menyuarakan solidaritas bagi komunitas imigran dan mengkritik kebijakan imigrasi yang dinilai semakin keras serta tidak manusiawi. Dengan memadukan prestasi artistik dan keberanian bersuara, Billie menunjukkan bahwa musik dapat menjadi ruang penting untuk perjuangan kemanusiaan dan keadilan sosial.
Pada 1 Februari 2026, Billie Eilish mencatat kemenangan besar dalam kariernya ketika ia bersama sang kakak sekaligus kolaborator setianya, Finneas O’Connell, berhasil meraih penghargaan Song of the Year di ajang Grammy Awards 2026 melalui lagu mereka yang berjudul “Wildflower”, sebuah single dari album Hit Me Hard and Soft. Lagu ini menjadi salah satu karya pop modern yang paling menonjol dan dicintai publik karena liriknya yang emosional serta produksi musik yang kuat, hingga mampu mengungguli para pesaing berat dari artis internasional lainnya.

Kemenangan tersebut tidak hanya mempertegas posisi Billie sebagai salah satu musisi paling berpengaruh di generasinya, tetapi juga menjadikannya termasuk sedikit artis yang mampu meraih penghargaan prestisius ini lebih dari sekali di usia yang masih relatif muda. Meski demikian, yang membuat momen ini terasa jauh lebih istimewa bukan semata-mata karena trofi Grammy yang ia bawa pulang, melainkan karena pidato penerimaannya yang sarat pesan sosial dan kemanusiaan, yang kemudian menjadi sorotan global serta memicu perbincangan luas di berbagai media.
Saat menerima penghargaan Song of the Year di ajang Grammy Awards ke-68 (2026) pada 1 Februari 2026, Billie Eilish tidak hanya berbicara tentang prestasi musiknya, tetapi juga menggunakan momentum tersebut untuk menyuarakan pesan sosial yang kuat terkait isu imigrasi dan keadilan. Dalam pidato penerimaannya, Eilish menyatakan “As grateful as I feel, I honestly don’t feel like I need to say anything but that no one is illegal on stolen land… We just need to keep fighting and speaking up and protesting. Our voices really do matter, and the people matter”, mengajak hadirin dan publik untuk terus berjuang, berbicara, dan memprotes kebijakan yang ia pandang sebagai tindakan tidak manusiawi terhadap komunitas imigran, sambil menekankan bahwa suara dan perjuangan rakyat memiliki makna signifikan dalam menghadapi ketidakadilan tersebut.
Pernyataan tersebut langsung menjadi viral di media sosial dan berbagai media global karena secara eksplisit mengkritik kebijakan penegakan imigrasi dan lembaga seperti Immigration and Customs Enforcement (ICE). Eilish bahkan mengenakan pin bertuliskan “ICE Out” sebagai simbol protes terhadap kebijakan yang menurutnya represif, dan ucapannya itu disambut dengan tepuk tangan serta sorakan oleh banyak penonton di acara penghargaan tahunan tersebut.

Pidato Billie Eilish tidak muncul begitu saja tanpa konteks, isu yang ia angkat telah memicu perdebatan panjang di Amerika Serikat, terutama di awal 2026, tentang bagaimana imigran diperlakukan oleh aparat penegak hukum. Immigration and Customs Enforcement (ICE), lembaga federal yang bertanggung jawab atas penegakan imigrasi, menjadi sorotan akibat berbagai laporan tentang tindakan keras yang dianggap berlebihan terhadap imigran, termasuk penggunaan kekuatan dalam penahanan dan deportasi yang memicu kekhawatiran soal pelanggaran hak asasi manusia.
Banyak aktivis hak imigran dan juga sejumlah seniman menyuarakan kritik mereka, menyatakan bahwa kebijakan dan praktik ICE telah menyebabkan penderitaan yang tidak semestinya, bahkan melanggar martabat manusia. Di antara para kritikus vokal itu, Billie Eilish menempatkan dirinya secara terang-terangan menolak kebijakan tersebut, menggambarkannya sebagai sesuatu yang menyeramkan dan penuh tekanan, serta menyerukan dukungan yang lebih luas bagi komunitas imigran yang sering kali rentan dan kurang terwakili. Meskipun pidatonya memicu berbagai reaksi, termasuk kontroversi di sejumlah kalangan, respons audiens di panggung Grammy Awards menunjukkan ada banyak orang yang menerima ide bahwa acara budaya dan seni global juga merupakan platform penting untuk membahas perubahan sosial dan keadilan.
Lagu “Wildflower”, yang mengantarkan Billie Eilish meraih penghargaan Song of the Year di Grammy Awards 2026, menjadi salah satu karya paling penting dalam katalog musiknya. Lagu ini berasal dari album Hit Me Hard and Soft yang dirilis pada tahun 2024, sebuah proyek yang menunjukkan kedewasaan artistik Eilish melalui lirik yang emosional, produksi musik yang intim, serta eksplorasi tema personal yang mendalam. “Wildflower” kemudian dirilis sebagai single dan memenuhi syarat untuk masuk dalam nominasi Grammy 2026, hingga akhirnya berhasil memenangkan kategori paling bergengsi tersebut. Kemenangan ini tidak hanya memperkuat dampak lagu tersebut di industri musik global, tetapi juga menambah deretan trofi Grammy yang telah dikoleksi Billie sejak awal kariernya. Dengan pencapaian ini, Eilish semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu artis paling berpengaruh dan menentukan arah musik pop kontemporer di generasinya.

Billie Eilish tidak hanya meraih kemenangan besar di Grammy Awards 2026 dengan membawa pulang penghargaan Song of the Year untuk lagu “Wildflower”, tetapi juga menjadikan momen tersebut lebih dari sekadar perayaan musik. Di atas panggung paling bergengsi dalam industri musik dunia, ia memanfaatkan sorotan global untuk menyampaikan pesan kemanusiaan yang kuat, menunjukkan dukungan terhadap komunitas imigran serta menyuarakan kritik terhadap kebijakan imigrasi yang dinilai tidak adil dan represif.
Pidatonya, terutama kalimat ikonik “No one is illegal on stolen land”, menjadi simbol keberanian seorang seniman dalam mengangkat isu sosial di ruang publik, sekaligus memicu diskusi luas di berbagai media internasional. Penampilan dan pernyataan Billie di Grammy tahun ini membuktikan bahwa ajang penghargaan musik tidak hanya menjadi tempat apresiasi karya seni, tetapi juga dapat menjadi platform penting bagi gagasan, solidaritas, dan gerakan sosial yang lebih besar di tengah dunia yang terus berubah.