Kehlani Menang Dua Grammy 2026 dan Suarakan Kritik terhadap ICE di Panggung
Penyanyi R&B asal Oakland, Kehlani, mencatatkan sebuah tonggak penting dalam perjalanan kariernya saat ajang Grammy Awards 2026 digelar di Los Angeles. Tidak hanya berhasil membawa pulang dua trofi bergengsi Grammy, Kehlani juga mengubah momentum penghargaan musik itu menjadi sebuah pernyataan politik yang kuat terhadap kebijakan penegakan imigrasi oleh U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE), menjadikannya sorotan utama media global.
Kemenangan ini menarik perhatian tidak hanya karena prestasi artistiknya yang diakui oleh The Recording Academy, tetapi juga karena Kehlani memilih menggunakan panggung internasional tersebut untuk menyuarakan solidaritas terhadap isu-isu sosial yang lebih luas dan mendesak. Dengan pidato yang memadukan refleksi diri dan ajakan kolektif untuk bertindak, ia menggarisbawahi pentingnya suara seniman dalam memperjuangkan perubahan di tengah kontroversi seputar tindakan dan kebijakan ICE di Amerika Serikat.
Pada ajang 68th Grammy Awards yang berlangsung pada 1 Februari 2026 di Los Angeles, penyanyi R&B ternama Kehlani akhirnya mencatat pencapaian besar dalam karier musiknya dengan membawa pulang dua penghargaan Grammy sekaligus. Ia memenangkan kategori bergengsi Best R&B Performance dan Best R&B Song, dua trofi prestisius yang diraihnya berkat lagu hit berjudul “Folded” yang mendapat banyak pujian dari kritikus maupun penggemar. Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena menjadi Grammy pertama bagi Kehlani setelah sebelumnya beberapa kali masuk nominasi tanpa berhasil menang. Momen tersebut pun disambut penuh antusias oleh para penggemarnya di seluruh dunia serta komunitas musik internasional, yang menilai keberhasilan ini sebagai bukti nyata bahwa Kehlani kini berada di puncak pengakuan industri atas kontribusi dan pengaruhnya dalam musik R&B modern.

Saat menerima penghargaan di atas panggung Grammy Awards 2026, Kehlani tidak hanya menyampaikan ucapan terima kasih seperti biasa, tetapi memilih menggunakan momen bersejarah itu untuk menyoroti isu yang menurutnya jauh lebih penting daripada sekadar prestasi musik, yaitu ketidakadilan sosial dan kontroversi seputar kebijakan imigrasi di Amerika Serikat. Dalam pidato yang disiarkan secara langsung ke jutaan penonton di seluruh dunia, ia menegaskan bahwa kekuatan kolektif bisa menjadi alat untuk melawan berbagai bentuk ketidakadilan yang tengah berlangsung, lalu menutup pernyataannya dengan seruan yang tegas dan provokatif, “Together, we’re stronger in numbers to speak against all the injustice going on in the world right now… I’m gonna leave this and say, f- ICE”.
Ungkapan tersebut langsung menjadi salah satu momen paling dibicarakan dari malam itu, karena secara langsung mengarahkan kritiknya kepada U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE), lembaga penegak hukum federal yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan imigrasi dan deportasi di AS, dan yang telah menjadi subjek perdebatan publik yang luas. Tidak hanya lewat kata-kata, Kehlani juga memadukan pesannya dengan simbol visual, di karpet merah, ia mengenakan pin bertuliskan “ICE OUT”, sebuah simbol yang juga dikenakan oleh sejumlah selebritas lain di acara tersebut sebagai bentuk solidaritas dan pernyataan kritis terhadap praktik penegakan imigrasi yang dipandang kontroversial oleh sebagian komunitas seni dan aktivis sosial.
Menurut berbagai media internasional, pidato Kehlani di panggung Grammy Awards 2026 bukan sekadar luapan emosi sesaat, melainkan suatu seruan yang disengaja untuk mendorong para artis dan audiens di seluruh dunia bersatu dalam menyuarakan isu-isu sosial yang dianggap mendesak. Ia menekankan bahwa suara kolektif dari komunitas kreatif memiliki kekuatan yang besar untuk mendorong perubahan dan menyoroti ketidakadilan di luar ranah musik, serta mengajak para seniman untuk tidak takut menggunakan platform mereka untuk berbicara tentang masalah yang memengaruhi banyak orang.

Dalam bagian pidatonya yang paling tajam, Kehlani menyampaikan ungkapan “f– ICE”** sebagai bentuk penolakannya terhadap tindakan dan kebijakan yang diterapkan oleh U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE), terutama di tengah kritik yang meluas akibat insiden-insiden fatal baru-baru ini yang melibatkan agen-agen penegak imigrasi di Minneapolis, termasuk penembakan terhadap warga sipil oleh agen federal yang memicu protes dan kecaman publik.
Kehlani bukan satu-satunya bintang musik yang memanfaatkan Grammy Awards 2026 untuk menyuarakan solidaritas terhadap kritik terhadap ICE. Sejumlah artis besar juga tampil dengan simbol protes yang sama atau menyampaikan pesan kuat mengenai kebijakan imigrasi Amerika Serikat. Misalnya, Billie Eilish terlihat mengenakan pin “ICE Out” di karpet merah dan kemudian secara terbuka mengecam ICE dalam pidatonya saat menerima penghargaan, menyatakan penolakannya terhadap perlakuan lembaga tersebut dan menyerukan dukungan bagi hak imigran. Selain itu, Bad Bunny secara tegas mengatakan “ICE out” dalam pidato penerimaannya, menyerukan kemanusiaan bagi para imigran dan menolak stigmatisasi terhadap mereka.
Pasangan selebriti Justin dan Hailey Bieber juga ikut mengenakan pin ICE Out di red carpet, menunjukkan dukungan mereka terhadap pesan tersebut sambil menarik perhatian media internasional. Tidak hanya mereka, musisi lain seperti Finneas, Amy Allen, dan legenda seperti Carole King turut hadir dengan simbol protes atau komentar yang menegaskan sikap mereka terhadap isu imigrasi dan tindakan penegakan yang kontroversial. Gerakan ini memperlihatkan bagaimana para seniman menggunakan momen besar seperti Grammy untuk memicu diskusi lebih luas mengenai kebijakan imigrasi, hak asasi manusia, dan perlakuan terhadap komunitas tertentu, terutama di tengah sorotan publik terhadap insiden-insiden terbaru yang melibatkan agen imigrasi federal di Minneapolis, Minnesota.

Penggunaan panggung Grammy Awards sebagai ruang untuk menyampaikan pesan sosial sebenarnya bukan hal baru, namun langkah Kehlani pada ajang 2026 mencerminkan semakin kuatnya tren artis modern yang berani memadukan seni dengan aktivisme. Di era digital saat ini, ketika setiap momen di acara besar dapat langsung tersebar luas melalui media sosial, panggung seperti Grammy bukan hanya menjadi tempat perayaan musik, tetapi juga sarana strategis untuk memperluas pesan kepada jutaan penonton global.
Kehlani menunjukkan bahwa kemenangan artistik dapat berjalan seiring dengan keberanian menyuarakan isu kemanusiaan, menjadikan musik sebagai alat untuk membangun kesadaran publik. Bagi Kehlani, pernyataan yang ia sampaikan bukan semata kritik politik, melainkan sebuah ajakan terbuka kepada komunitas kreatif dan para pendukungnya untuk bersatu, bersuara, dan memanfaatkan pengaruh kolektif demi menyoroti ketidakadilan sosial yang lebih luas di tengah masyarakat.
Kemenangan dua Grammy yang diraih Kehlani pada ajang Grammy Awards 2026 tentu menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya, menandai pengakuan industri musik terhadap karya dan kontribusinya di ranah R&B. Namun, momen tersebut menjadi jauh lebih bermakna karena Kehlani tidak hanya merayakan prestasi artistik, tetapi juga memanfaatkan panggung terbesar di dunia musik untuk menyampaikan pesan sosial dan politik yang kuat.
Tindakannya memperlihatkan bagaimana seniman masa kini tidak lagi sekadar berperan sebagai penghibur, melainkan juga sebagai figur publik yang mampu menggerakkan percakapan tentang isu kemanusiaan dan keadilan. Pidato Kehlani pun menjadi salah satu momen paling viral dan paling dibicarakan sepanjang malam Grammy 2026, membuktikan bahwa musik dan aktivisme dapat berjalan beriringan untuk menciptakan dampak yang lebih luas, melampaui batas industri hiburan semata.