Yogyakarta menjadi kota terbersih dari perilaku korupsi. Pelaku bisnis di kota tersebut percaya bahwa pemerintah setempat serius dalam memberantas korupsi.
Hal ini terungkap dalam jumpa pers yang diadakan Transparency International Indonesia (TII) mengenai Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Tahun 2008 di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Survei kuantitatif ini dilakukan mulai September-Desember 2008. Survei dilakukan di 50 kota yang terdiri dari 33 ibu kota provinsi ditambah 17 kota besar.

Metode yang dilakukan dengan wawancara tatap muka. Dan responden yang diambil berasal dari pelaku bisnis 60%, pejabat publik 30%, dan tokoh masyarakat 10%.

Berdasarkan penilaian TII, Yogyakarta mendapat jumlah 6,43 dari 44 responden. Dilanjutkan dengan Palangkaraya dengan nilai 6,1.

Kota lainnya, Banda Aceh (5,87), Jambi (5,57) dan Mataram (5,1). Bagaimana dengan Jakarta? Ibu kota Indonesia ini menempati urutan 20 besar dengan nilai 4,06. Dan paling buncit sekaligus kota terkorup ditasbihkan ke Kota Kupang.

Menurut Manajer Riset dan Kebijakan TII Frenky Simanjuntak, Yogyakarta terpilih karena sejak tahun 2006 daerah ini telah menerapkan Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap. Sedangkan Kupang menjadi kota terkorup karena banyak kasus korupsi yang melibatkan pejabat dan anggota DPRD setempat.