Sutradara: Chaerun Nissa, Emil Heradi, Lasja F.Susatyo, Ine Febriyanti

Omnibus memang sudah menjadi konsep tertentu sebuah film. Salah satu yang fenomenal adalah film Thailand yang berjudul Phobia atau 4bia (2008). Di Paris, film pendek romantis yang terkenal adalah Paris je t’aime! (2006) Film ini mendapatkan penghargaan dimana-mana disutradai oleh 22 Sutradara papan atas dengan menampilkan 18 cerita pendek yang nyaris berhubungan dan dibintangi oleh bintang bergengsi dunia.

Kata ‘omnibus’ sendiri berasal dari bahasa Latin ‘omnibus’ yang artinya ‘untuk semuanya’. Omnibus bisa diartikan sebagai kumpulan beberapa film pendek yang tergabung menjadi satu film panjang karena membicarakan issue yang sama.

Dalam suatu film omnibus, bisa saja ada genre berbeda-beda yang ditawarkan misalnya drama, komedi, horor, atau thriller. Bisa juga film omnibus terdiri dari satu tema, atau satu sutradara, atau satu penulis skenario, atau satu aktor yang selalu muncul. Kumpulan cerita pendek tersebut bisa juga digarap oleh beberapa sutradara berbeda tetapi dengan tema cerita atau issue yang sama. Intinya dari setiap film pendek yang tergabung dalam omnibus pasti ada benang merahnya.

Dua dari film yang pertama kali menggunakan format omnibus adalah film karya Edmund Goulding berjudul ”Grand Hotel” (1932), dan film rilisan Paramount berjudul ”If I Had a Million” (1932) terdiri dari beberapa segmen yang digarap sejumlah sutradara. Omnibus juga bukan hal yang baru di perfilman Indonesia. Bahkan akhir-akhir ini bisa dibilang produksi film Omnibus sedang marak dan ngetren, beberapa akan dirilis tahun ini. Namun sayangnya film omnibus belum populer ditayangkan di bioskop-bioskop kesayangan anda.

Tapi tenang saja Anak Trax, di bioskop kesayangan gue, Kineforum, sedang diputar sebuah film Omnibus Indonesia yang mengangkat isu korupsi berjudul Kita Versus Korupsi. Sudah lazim terjadi tindak korupsi terjadi di sekitar kita dan baiknya kita tidak bersikap pasrah, kebal atau acuh tak acuh. Salah satu bentuk usaha memerangi korupsi adalah melalui media pop culture seperti film ini.

Terdiri dari empat film pendek yang dibuat sebagai bentuk kampanye anti korupsi. Sesungguhnya korupsi juga banyak terjadi di lingkup sekitar kita, misalnya dimulai dari keluarga, nilep duit jajan dari nyokap (nah lo!) :P. Korupsi bukan selalu bahasan mengenai hal yang besar seperti jalannya hukum dan permasalahan politik. Masing-masing cerita menilik dari keseharian dimana virus korupsi bisa menyusup ke dalam kehidupan seseorang.

Berikut sedikit sinopsis dari masing-masing film:

1.    Rumah Perkara (2011)
Sutradara        : Emil Heradi
Aktor/Aktris    : Teuku Rifnu Wikana, Ranggani Puspadya
Durasi        : 20 menit

Seorang lurah harus memilih siapa yang ia bela: atasan dan jabatan, atau kesejahteraan rakyatnya yang sempat ia janjikan.

2.    Aku Padamu (2011)
Sutradara        : Lasja F.Susatyo
Aktor/Aktris    : Nicholas Saputra, Revalina S.Temat, Ringgo Agus Rahman
Durasi        : 17 menit

Sepasang kekasih hendak menjalankan satu keputusan penting. Keraguan muncul karena perbedaan persepsi tentang ’jalan pintas’.

3.    Selamat siang, Risa! (2011)
Sutradara        : Ine Febriyanti
Aktor/Aktris    :  Tora Sudiro, Dominique Diyose
Durasi        : 18 menit

Keputusan orang tua Risa di masa lalu dan keputusan Risa di masa sekarang sama-sama tidak akan disesali sampai mati.

4.    PSSSTTT… Jangan Bilang Siapa-Siapa (2011)
Sutradara        : Chairun Nissa
Aktor/Aktris    : Alexandra Natasha, Siska Selvi Dawsen, dan Nasha Abigail
Durasi        : 13 menit

Cerita tentang tiga remaja teman sekolah tentang bagaimana mereka mendapatkan barang-barang kesukaan mereka.

Film Kita Versus Korupsi dirilis secara non-komersial. Diproduksi bersama antara Transparency International Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi, Management Systems International, USAID, dan Cangkir Kopi. Film ini bermaksud untuk menginspirasi nilai-nilai yang kita pegang sekarang. Harapannya memiliki dampak refleksi terhadap penontonnya.

Film Omnibus sebetulnya cocok untuk ditonton oleh orang Indonesia yang cara berpikirnya ogah rugi. Kalau dilihat secara hukum ekonomi: bayar satu, dapat banyak. Kalau Anak Trax mau yang super untung, nontonnya di Kineforum, tidak bayar, dapat semua 

*Film ini ditayangkan di KineforumTaman Ismail Marzuki – Belakang Galeri Cipta 3Jl. Cikini Raya 73, Jakarta Pusat.

** Jadwal pemutaran:
Setiap hari dari tanggal 13 Februari 2012 – 18 Februari 2012
PK. 17.00 WIB

***Pemutaran tidak dipungut biaya 🙂