Menjadi seorang model merupakan hal yang diimpikan banyak wanita. Selain menjadi sorotan, dapat memperagakan busana karya designer terkenal adalah alasan utama wanita ingin terjun di dunia fashion.

Banyak yang meremehkan profesi model sebagai profesi yang mudah, hanya modal lenggak-lenggok kemudian menghasilkan uang.

Namun nyatanya, menjadi seorang model juga tidaklah semudah yang terlihat. Disaat banyak orang yang makan sesuai keinginan, mereka harus mempertahankan berat badannya. Latihan sebelum show juga diperlukan untuk mempelajari koreografi di atas panggung.

Sebelum show juga masih ada banyak hal yang harus dilakukan para model untuk mempersiapkan diri.

Menjadi model juga tak lepas dari pandangan kaya raya. Padahal tak semua model mendapatkan upah yang sesuai dengan kerjanya.

Seperti model yang berusia 14 tahun asal Rusia, Vlada Dzyduba, yang meninggal karena kelelahan ketika sedang bekerja.

Vlada memiliki kontrak tiga bulan dengan agensi model yang berbasis di China, yaitu ESEE Model Management.

Vlada hanya digaji $8 atau sekitar seratus ribu perhari. Gaji itu tidak termasuk dengan uang transport, uang makan, dan uang tempat tinggal yang harus ditanggung Vlada sendiri.

Kasus Vlada ini membeberkan eksploitasi yang terjadi di dunia modelling yang dilakukan oleh agensi mereka.

Vlada pun tidak terdaftar dalam asuransi kesehatan.

Sebelumnya, Vlada sempat menghubungi ibunya yang berada di Rusia bahwa dirinya kelelahan dan sangat butuh tidur setelah melakukan persiapan untuk 13 jam fashion show di Cina.

“She was calling me, saying ‘Mama, I am so tired. I so much want to sleep.’ It must have been the very beginning of the illness… and then her temperature shot up. I didn’t sleep myself and was calling her constantly, begging her to go to hospital.”

Setelah sempat koma dua hari, nyawa Vlada tidak dapat terselamatkan. Dokter memvonis Vlada meninggal karena meningitis yang diakibatkan karena kelelahan dan beberapa komplikasi lain.

Model ESEE lain menyayangkan kepergian Vlada, “We lost an angel. We must be strong and persevere in the aftermath. We are now working on an arrangement for the family’s visit to China. We are also doing our best to communicate and cooperate with relevant departments.”

Nah Anak Trax, jangan pernah meremehkan pekerjaan apa pun yaa karena semua profesi itu pasti ada resikonya. Jangan sampai kelelahan, kesehatan fisik itu nomor satu!

[teks Ghesilia Gianty, Anak Trax dari Universitas Multimedia Nusantara | sumber cosmopolitan.com foto berbagai sumber]