|

Mau kuliah sambil kerja? Ini caranya!

Sebagai mahasiswa, kamu pasti sering merasa ingin mencari uang jajan tambahan atau mungkin ingin menambah pengalaman di dunia kerja tetapi merasa kesibukan kuliah terasa menghalangi? Mungkin, dengan memiliki part-time job, kamu bisa melakukan keduanya: kuliah dan bekerja.

Dengan merangkap berkuliah dan bekerja, kamu dapat melakukan kewajiban belajar kamu sebagai pelajar, kamu pun juga dapat menambah pengalaman yang nantinya dapat kamu tulis di resume mu untuk nanti kamu mendaftar kerja full-time setelah lulus kuliah. Berikut beberapa tips dan trik untuk kamu yang ingin mencoba bekerja part-time!

1. Siapkan CV yang simple tapi menarik

 

CV atau resume merupakan kunci dari self-promotion kamu. Maka itu, sebelum melakukan hal lainnya, kamu harus persiapkan CV-mu dulu. Buat daftar hal-hal yang harus kamu cantumkan di dalam CV, seperti nama lengkap, alamat, nomor dan email yang dapat dihubungi, pengalaman kegiatan ekstra dan intra kampus, pengalaman volunteering, riwayat edukasi, penghargaan yang pernah didapat, serta skills atau kelebihan yang kamu punya.

Setelah itu, desain lah CV atau resume kamu sesimpel mungkin tapi disain juga perlu dibuat menarik agar sang pembaca pun memiliki first impression yang baik terhadapmu. Oh ya, jangan lupa untuk memeriksa kembali data-data yang kamu cantumkan, ya. Data harus valid, benar dan jangan sampai salah!

2. Buat list tempat-tempat yang kamu ingin daftar

 

Setelah sudah punya modal sebuah CV, langkah selanjutnya yang kamu harus lakukan adalah mencari tempat-tempat yang mungkin bisa menjadi tempat kamu bekerja nantinya! Kamu bisa mencari lowongan secara online, atau kamu bisa drop-in resume kamu. Pekerjaan yang mungkin bisa kamu coba daftar contohnya mungkin sebagai pelayan atau barista di cafe atau restoran, customer call service, resepsionis, copywriter, atau bahkan sebagai guru les.

3. Persiapkan wawancara dengan latihan

 

Beberapa perusahaan akan meminta kamu untuk dites wawancara setelah seleksi berkas. Nah, langkah ini nggak kalah penting, lho, karena disini kamu bisa membuktikan kualitas diri kamu lebih jauh lagi. Terlebih, kamu akan bicara dan berdiskusi tatap muka dengan salah satu orang dari perusahaan tersebut yang nantinya akan menilai kamu apakah kamu benar-benar sesuai dengan CV mu, atau kamu bahkan lebih dari apa yang kamu cantumkan di CV milikmu?

Hmm…agak menakutkan memang. Maka itu, diperlukan latihan beberapa kali sebelum kamu menghadiri appoinment wawancara-mu. Kamu bisa mencoba dengan trik diwawancarai oleh salah satu orang terdekatmu atau latihan berbicara di depan cermin. Oh ya, jangan lupa untuk berpenampilan yang rapi, ya! Karena penampilanmu juga masuk ke dalam aspek penilaian, lho!

4. Follow-up hingga mendapat jawaban atas keputusan aplikasi kerja

 Nah, ini dia, the moment of truth. Setelah tahap wawancara, akan ada saatnya dimana kamu diminta untuk menunggu keputusan dari perusahaan. Pada waktu ini, kamu akan merasa terombang ambing pada jawaban diterima atau ditolak. Ada baiknya, apabila periode waktu tunggu kurang wajar, kamu dapat mengirimkan pesan ke contact person yang sebelumnya menangani aplikasi pekerjaanmu. Dengan begitu, keputusan akan lebih jelas akhirnya.

5. Siap-siap untuk ditolak

Setiap aplikasi ada dua kemungkinan, antara kamu akan diterima atau kamu bisa juga ditolak. Apabila kamu mendapat jawaban bahwa aplikasi kerjamu ditolak, jangan putus asa. Mungkin, perusahaan tersebut mencari sesuatu lain yang dirimu belum miliki. Seperti kata pepatah, ‘kalau jodoh tidak akan kemana’, hal yang sama juga terjadi dengan pekerjaan. Bila kamu ditolak, mungkin ada pekerjaan lain yang memang lebih cocok untukmu !

6. Bersiap untuk bekerja

 

Setelah kamu menerima amanat pekerjaan yang telah kamu daftarkan, jangan lakukan pekerjaanmu dengan setengah hati, ya ! Tetap bekerja keras di tempat kamu bekerja part-time dan juga jangan lupakan kewajiban utamamu sebagai mahasiswa.

Ingat, part-time job mu adalah kegiatan sampingan, selalu utamakan kuliahmu dulu. Apabila sudah beradaptasi dengan baik dengan situasi yang menuntutmu memiliki keseimbangan kuliah dan kerja, kerjakan keduanya dengan seimbang!

(Thalita Cahyani / Image: Doc. Dean Drobot©123RF.com; Katarzyna Białasiewicz©123RF.com; Brian Jackson©123RF.com; Wavebreak Media Ltd©123RF.com; Teerawut Masawat©123RF.com )

Source: cosmopolitan Indonesia

Similar Posts