| | | |

Madison Beer Akui Justin Bieber Pernah Jadi ‘Obsesinya’ Saat Usia 12 Tahun

Madison Beer baru-baru ini mencuri perhatian publik setelah membuat pengakuan yang mengejutkan sekaligus mengundang tawa tentang masa kecilnya sebagai penggemar berat Justin Bieber. Penyanyi dan penulis lagu berusia 26 tahun itu mengingat kembali masa remajanya yang penuh antusiasme khas seorang fangirl, ketika ia begitu mengidolakan Bieber hingga menyebut sang superstar pop sebagai sosok yang benar-benar “tidak tergantikan” dalam hidupnya.

Dalam penampilan terbarunya di podcast Podcrushed, Madison dengan jujur membuka cerita nostalgia tentang bagaimana dirinya di usia 12 tahun pernah mengalami fase obsesi besar terhadap Justin Bieber. Ia menggambarkan bahwa pada masa itu, Bieber bukan hanya sekadar idola musik, melainkan juga figur yang sangat berpengaruh dalam kesehariannya. Musik, gaya, hingga kehadiran Bieber di media menjadi sesuatu yang terus ia ikuti dengan penuh semangat, seperti halnya jutaan remaja lainnya di era puncak popularitas sang penyanyi.

Pengakuan tersebut terasa semakin menarik karena Madison tidak hanya berbicara sebagai artis terkenal saat ini, tetapi juga sebagai seorang gadis kecil yang pernah merasakan euforia mengagumi bintang pop dari jauh. Cerita itu pun memperlihatkan sisi personal Madison Beer yang jarang terlihat, sekaligus menunjukkan bahwa perjalanan kariernya di industri musik juga memiliki kaitan emosional dengan sosok yang dulu begitu ia idolakan.

Sumber: Instagram/madisonbeer

Madison Beer adalah penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat yang telah aktif di industri musik sejak usia remaja dan dikenal sebagai salah satu musisi pop dengan perjalanan karier yang unik. Namanya mulai menarik perhatian publik secara luas pada tahun 2012, ketika Justin Bieber secara mengejutkan membagikan video Madison yang sedang menyanyikan lagu klasik “At Last” milik Etta James di media sosial. Momen tersebut menjadi titik balik besar dalam hidupnya, karena dari situlah Madison mulai mendapatkan sorotan industri musik dan disebut sebagai salah satu talenta muda yang menjanjikan.

Seiring berjalannya waktu, ia tidak hanya dikenal sebagai “penemuan” Bieber, tetapi berhasil membangun identitasnya sendiri lewat karya-karya yang semakin matang, sejumlah single populer, serta album yang memperkuat posisinya di dunia musik internasional. Madison terus berkembang sebagai artis dengan gaya khas yang memadukan pop modern dan sentuhan emosional, hingga akhirnya merilis album terbarunya berjudul Locket pada 16 Januari 2026. Album ini disebut banyak terinspirasi oleh refleksi perjalanan hidup dan masa lalunya, termasuk kenangan masa kecilnya sebagai penggemar musik pop, yang membentuk dirinya menjadi musisi seperti sekarang.

Dalam episode podcast Podcrushed yang tayang pada 22 Januari 2026, Madison Beer berbicara panjang lebar tentang masa kecilnya dan bagaimana musik pop membentuk perjalanan hidupnya sejak usia muda. Dalam obrolan tersebut, sang host menanyakan siapa sosok selebriti yang paling dekat di hatinya ketika ia masih berusia 12 tahun, usia yang biasanya dipenuhi mimpi besar, kekaguman, dan rasa antusias terhadap idola. Tanpa berpikir panjang, Beer langsung menjawab dengan jujur bahwa sosok itu adalah Justin Bieber.

Pengakuannya menjadi semakin menarik ketika ia menambahkan cerita lucu yang membuat banyak penggemar tersenyum, yakni bahwa jika seseorang menggulir jauh ke bawah postingan Instagram lamanya, mereka akan menemukan foto dirinya bersama sebuah cardboard cutout atau patung karton Justin Bieber yang pernah dipajang di kamarnya saat kecil. Bagi Madison, benda itu bukan sekadar dekorasi biasa, melainkan simbol betapa besar kekagumannya pada Bieber hingga ia menyebutnya sebagai “obsesi” masa remajanya. Beer pun menggambarkan momen tersebut sebagai sesuatu yang sangat “transparan” dan “jujur”, sebuah pengakuan tulus dari hati tentang seberapa besar pengaruh Justin Bieber dalam hidupnya sebagai seorang anak muda yang sedang tumbuh dan menemukan inspirasi lewat musik.

Sumber: Instagram/madisonbeer

Yang membuat kisah Madison Beer ini semakin menarik bukan hanya sekadar pengakuan lucunya tentang masa kecil, tetapi kenyataan bahwa obsesinya terhadap Justin Bieber benar-benar berubah menjadi sesuatu yang nyata dalam hidupnya. Justin Bieber bukan hanya figur idola yang ia kagumi dari jauh, melainkan sosok yang secara tak terduga memberikan dorongan besar pada awal perjalanan karier musiknya. Ketika Bieber mengunggah video Madison yang sedang bernyanyi pada awal 2010-an, momen tersebut menjadi titik balik besar yang langsung membawa namanya ke sorotan publik. Madison mengaku bahwa saat itu ia benar-benar freaking out sangat gugup, panik, sekaligus tidak percaya bahwa idolanya sendiri memperhatikan bakatnya.

Peristiwa itu kemudian berlanjut pada pertemuan langsung antara Beer dan Bieber, yang akhirnya membuka jalan bagi Madison untuk mendapatkan kontrak musik dengan tim yang juga mengelola karier Bieber pada masa itu. Bayangkan saja, seorang gadis kecil yang dulu memasang patung karton Justin Bieber di kamarnya kini bertemu idolanya di dunia nyata, bahkan bekerja dalam lingkaran industri yang sama. Transformasi itu menjadi bukti nyata bagaimana seorang penggemar dapat berkembang menjadi profesional, sekaligus menunjukkan betapa tak terduganya jalan hidup yang bisa terbentuk dari sebuah mimpi masa kecil.

Madison Beer juga membahas bagaimana hubungannya dengan Justin Bieber dan sang istri, Hailey Bieber, tetap terjalin hingga sekarang. Ia menegaskan bahwa relasi mereka tidak hanya sebatas hubungan profesional di industri musik, tetapi juga telah berkembang menjadi persahabatan yang cukup dekat karena mereka saling mengenal sejak usia muda. Beer mengungkap bahwa ia sudah mengenal Hailey sejak dirinya berusia sekitar 10 tahun, sementara ia mulai mengenal Justin ketika berusia 12 tahun, masa ketika Bieber masih menjadi sosok idola besar dalam hidupnya.

Sumber: gettyimages

Hubungan yang dimulai dari masa remaja itu terus bertahan selama bertahun-tahun, bahkan hingga Justin dan Hailey menikah dan kini membangun keluarga sendiri. Kisah ini memperlihatkan dinamika persahabatan yang unik, di mana ikatan yang terbentuk sejak masa kecil dapat berkembang seiring waktu, berubah dari sekadar kekaguman seorang penggemar menjadi hubungan pertemanan yang kuat dan bertahan hingga dewasa.

Madison Beer mengenang masa kecilnya sebagai periode yang dipenuhi kekaguman besar terhadap Justin Bieber, bukan sekadar obsesi fanatik seorang remaja, tetapi bagian penting dari perjalanan hidup yang pada akhirnya ikut membentuk kariernya sendiri. Dengan jujur mengakui bahwa ia pernah memiliki cardboard cutout Bieber di kamar dan menyebut sang bintang pop sebagai obsesinya saat berusia 12 tahun, Beer menghadirkan kisah yang terasa dekat, lucu, sekaligus inspiratif.

Cerita ini menunjukkan bagaimana rasa cinta terhadap musik dan idola dapat menjadi awal dari mimpi yang lebih besar, bahkan membuka pintu peluang nyata yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Lebih dari sekadar nostalgia masa kecil seorang selebriti, pengalaman Madison Beer menjadi pengingat bahwa masa muda, kekaguman, dan inspirasi kreatif bisa menjadi bahan bakar kuat untuk membentuk masa depan, mengubah seorang fan girl biasa menjadi artis profesional yang kini memiliki jejaknya sendiri di industri musik dunia.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *