| |

Katy Perry Pamer Tato Kupu-Kupu Baru untuk Tur ‘Lifetimes’, Simbol Awal Era Musik Terbarunya

Katy Perry kembali mencuri perhatian public, bukan lewat single baru atau penampilan panggung yang spektakuler, melainkan lewat sesuatu yang lebih personal, tato kupu-kupu kecil yang ia dan anggota kru tour The Lifetimes buat bersama sebagai penanda momen penting dalam perjalanan tur mereka. Unggahan foto dan video di akun resmi Katy memperlihatkan tato berupa sayap kupu-kupu yang ditempatkan di bagian dalam pergelangan tangan, dengan caption yang menyentuh “Can’t believe it’s already time for The Lifetimes Tour tattoos”. Momen ini langsung menjadi viral dan memicu perbincangan luas di kalangan penggemar dan media hiburan.

Memberi tato bersama anggota kru atau band bukan fenomena baru di dunia musik; banyak artis memilih tato matching sebagai simbol kebersamaan, persahabatan, dan momen yang ingin diabadikan. Dalam kasus Katy Perry, pemilihan motif kupu-kupu terasa sangat tepat, selain secara visual kuat dan mudah dikenali, kupu-kupu juga sarat makna transformasi, kebebasan, serta kebangkitan tema yang sejalan dengan nuansa tour The Lifetimes, yang menurut Katy membawa unsur teatrikal dan sedikit nuansa sci-fi pada produksinya. Momen pembuatan tato ini terjadi ketika tour The Lifetimes memasuki fase akhir dari rangkaian jadwalnya, sehingga simbol permanen ini berfungsi sebagai penutup bab sekaligus pengingat akan perjalanan panjang yang telah dilalui bersama.

Sumber: gettyimages

Dari unggahan Katy terlihat tato itu berupa sayap kupu-kupu yang digambar dengan garis sederhana cukup kecil untuk ditempatkan di pergelangan tangan bagian dalam sehingga mudah ditutupi bila perlu. Dalam caption dan beberapa klip singkat, Katy men-tag seniman tato yang mengerjakan desain tersebut (@bernitattoo dalam unggahan), menandakan bahwa proyek ini dikerjakan oleh seniman yang mungkin juga biasa bekerja dengan selebriti. Selain Katy, sejumlah anggota kru tampak ikut ambil bagian; ini menegaskan bahwa tato tersebut bukan sekadar aksesori pribadi, melainkan semacam ritual tim.

Sumber: Instagram/katyperry

Kupu-kupu sering dipakai sebagai simbol transformasi dari ulat ke kepompong lalu menjadi kupu-kupu. Bagi seorang performer seperti Katy Perry yang kariernya penuh evolusi visual dan musikal, kupu-kupu menjadi metafora yang pas, rekreasi identitas, pembaharuan artistik, dan penerimaan fase baru kehidupan. Selain itu, memilih desain yang sederhana dan diletakkan pada pergelangan tangan memberi kesan intim tato tersebut mudah dilihat oleh pemiliknya sendiri, sebuah pengingat personal tentang momen berharga. Media hiburan yang meliput peristiwa ini menyoroti bagaimana tato juga berfungsi sebagai merchandise emosional bukan barang dagangan, melainkan kenangan tak tergantikan dari perjalanan tur.

Tour The Lifetimes diluncurkan sebagai proyek besar yang menampilkan elemen teatrikal khas Katy kostum megah, tata panggung futuristik, dan koreografi yang intens. Meski sempat menuai beragam opini mengenai estetika dan produksi, tur ini jelas menjadi platform bagi Katy untuk membangun narasi baru dalam kariernya. Tato kupu-kupu muncul ketika tur memasuki fase akhir, sehingga dapat dibaca sebagai simbol reflektif, merayakan pencapaian, menerima kritik dan pujian, serta menatap kemungkinan baru di masa depan. Beberapa artikel liputan menyebutkan bagaimana Katy tetap aktif berinteraksi dengan penggemar selama tur, termasuk sesi meet-and-greet dan momen kejutan yang membuat tur terasa personal bagi banyak penonton.

Sumber: Instagram/katyperry

Katy Perry memang dikenal sering bermain dengan simbol visual kuat dari permen, karakter kartun, hingga ikon pop-culture yang mudah dikenali. Kupu-kupu, selain maknanya, juga mudah diintegrasikan ke dalam wardrobe panggung, merchandise, dan visual promosi. Di beberapa konser, merch resmi The Lifetimes sudah menampilkan motif kupu-kupu di t-shirt dan poster, yang memperkuat konsistensi brand visual tur. Ini strategi klasik di industri hiburan simbol yang dipakai di panggung juga hadir dalam merchandise, sehingga penonton membawa pulang rangkaian estetika yang sama.

Tato kupu-kupu yang dipamerkan Katy Perry adalah penanda banyak hal, kebersamaan tim, penutup bab tur The Lifetimes, dan kemungkinan awal era musik baru yang sarat simbolisme. Dalam dunia hiburan yang sering bergerak cepat, tindakan sederhana seperti membuat tato matching dapat memberi makna mendalam sebuah memorialisasi pengalaman kolektif yang akan dikenang selamanya oleh mereka yang mengalaminya. Bagi penggemar, ini adalah momen intim yang menegaskan hubungan emosional mereka dengan artis; bagi Katy sendiri, ini sebuah pernyataan visual bahwa perjalanan artistiknya terus mengalami metamorfosa seperti kupu-kupu yang terbang bebas.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *