Penyanyi Justin Bieber mengaku bersalah atas tindakannya menabrak van seorang fotografer pada Agustus 2014 di daerah Stratford, Ontario, Kanada.

Meski kasus ini sudah lama, dalam sebuah pengadilan di Los Angeles, AS, 4 Juni lalu, Justin bersedia menerima hukuman membayar denda sebesar 7,9 miliar rupiah. Pelantun lagu “Baby” ini juga kena biaya ganti rugi kepada korban sebesar 1 juta rupiah.

Pengadilan mendengarkan bagaimana Justin menabrakkan all-terrain vehicle (ATV)-nya ke seorang pria yang sedang mengambil foto-foto pasangan putus-nyambung tersebut. Mereka kemudian berkelahi, yang mengakibatkan ditahannya Justin pada 1 September 2014.

Ini bukan pertama kalinya Justin bermasalah dengan hukum. Sebelumnya, telah ada tuduhan kalau Justin telah mengemudi dengan ceroboh dan merusak, yang menyebabkan ia ditangkap dua kali pada tahun 2013.

Selain itu, ia juga dituduh menyerang seorang fotografer di Argentina pada November dan seorang supir limusin di Toronto, Ontario pada Desember.

Saat sanksi atas kasus di Toronto dijatuhkan, Justin ditangkap karena melempari rumah tetangganya di Calabasas, California, dengan telur pada Januari 2014.

Dua minggu setelah itu, Justin ditangkap di Miami karena dicurigai mengemudi dengan surat izin mengemudi yang sudah kadaluarsa.

Atas perbuatannya melempari rumah tetangga dengan telur, ia dihukum membayar lebih dari $80.000 dan dikenakan masa percobaan selama dua tahun. Justin membayar $500, dan mengikuti kursus mengendalikan emosi.

Masalah hukum yang lebih serius bisa datang dari penangkapan sebelumnya di Argentina, setelah Justin dan dua pengawalnya tidak hadir di persidangan pada April 2015.

Selena Gomez tidak dikenakan sanksi untuk mengemudi dan penyerangan yang terjadi pada Agustus 2014, walaupun Selena dan Justin berpisah tidak lama setelah penangkapan.[teks Yossie Benayoun/ Esthia | foto designsnext.com]