Iskandar Widjaja, Tampil Bersama Jakarta Philarmonic Orchestra

Iskandar Widjaja, Tampil Bersama Jakarta Philarmonic Orchestra

1061
JPO_Iskandar_Widjaja_1
Musik klasik udah nggak lagi dinilai sebagai musik yang rumit atau membosankan lho, Anak Trax, atau hanya ditujukan untuk kalangan tertentu. Banyak anak muda yang sekarang menjadi penikmat musik klasik. Ini nampak dari konser-konser musik klasik beberapa tahun belakangan ini yang mulai dipenuhi oleh penonton yang masih berusia muda. Konser Jakarta Philarmonic Orchestra hari Sabtu, 21 April 2012 lalu pun bertujuan untuk mengajak anak-anak muda di Jakarta untuk menikmati musik genre ini. Konser yang diadakan sebagai penanda kelahiran baru JPO dalam kepemilikan yang baru sekaligus untuk merayakan perjalanan musik klasik di Indonesia ini menampilkan karya-karya yang mungkin terasa asing kalau kita baca melalui judul-judul komposisinya, tapi ketika kita hadir dan mendengarkan setiap komposisi yang ditampilkan, sebenarnya judul-judul tersebut sudah tidak asing lagi di telinga kita. Seperti karya Delibes, “Flower Duet”, yang dinyanyikan oleh duo sopranos Aning Katamsi dan Binu D. Sukarman, karya Giacchino Rossini, “Overture: William Tell”, atau karya Mozart, “Symphony no. 40 in G minor K. 550”, pasti pernah Anak Trax dengar karena sering diadaptasi dalam film atau iklan. Selain itu lagu “Tanah Air” karya Ibu Sud yang sering kita dengar semasa sekolah juga terdengar lebih indah dengan iringan orkestra. 
JPOTapi highlight acara ini pastinya karya Johannes Brahms, “Concerto for Violin and Orchestra in D major Op. 77” yang dibawakan oleh violinis muda, Iskandar Widjaja dan diiringi oleh Jakarta Philarmonic Orchestra. Iskandar Widjaja jelas mewakili musik klasik yang ditujukan untuk anak muda karena citra yang dibawanya yang menunjukkan bahwa di umurnya yang masih muda, ia sudah meraih begitu banyak penghargaan di bidang musik klasik. Iskandar Widjaja adalah orang Indonesia yang lahir di Jerman. Nah, orang Indonesia sendiri mungkin mengenal Iskandar Widjaja dari sebuah iklan kopi tapi di Eropa, ia dikenal sebagai ‘violin prodigy’ dan begitu dikagumi! Wow! Karena itu melihat secara langsung permainan biola Iskandar Widjaja yang begitu ekspresif benar-benar pengalaman yang nggak akan terlupakan. Iskandar Widjaja jelas menutup konser ini dengan begitu menakjubkan dan mudah-mudahan setelah ini akan ada lebih banyak lagi konser musik klasik yang mengusung minat anak muda ya, Anak Trax.