| | | |

Menuju ‘Loop Tour’ 2026, Ed Sheeran Buka Akses Fans Kirim Rekomendasi Lagu via Pesan Teks

Ed Sheeran kembali membuktikan posisinya sebagai salah satu musisi paling berpengaruh di industri musik global. Daya tariknya tidak hanya tercermin dari penjualan tiket konser yang hampir selalu habis dalam waktu singkat, tetapi juga dari caranya membangun hubungan yang lebih dekat dan personal dengan para penggemar. Melalui tur dunia ‘Loop Tour’ 2026 yang tengah berlangsung, Ed menghadirkan pendekatan berbeda yang membuat pengalaman menonton konser terasa lebih hidup dan partisipatif.

Dimulai dari rangkaian pertunjukan di Auckland, Selandia Baru, hingga sejumlah kota di Australia, Ed Sheeran memperkenalkan konsep interaksi yang jarang dilakukan artis berskala besar. Ia membuka kesempatan bagi penonton untuk ikut menentukan lagu yang akan dibawakan di atas panggung dengan mengirimkan rekomendasi melalui pesan teks langsung dari dalam stadion. Inisiatif ini tidak hanya menghadirkan kejutan di setiap konser, tetapi juga menandai sebuah langkah inovatif dalam evolusi pertunjukan musik live modern, di mana batas antara artis dan audiens semakin kabur, dan konser berubah menjadi pengalaman kolaboratif yang tak terlupakan.

Loop Tour 2026 merupakan tur dunia keenam dalam perjalanan karier Ed Sheeran yang digelar sebagai bagian dari promosi album kedelapannya, Play, yang dirilis pada September 2025. Tur ambisius ini mencakup lebih dari 50 pertunjukan di berbagai kawasan dunia, mulai dari Oceania hingga Amerika Utara dan Eropa, menjadikannya salah satu rangkaian konser terbesar yang pernah ia jalani. Mengusung konsep khas Ed Sheeran, Loop Tour menitikberatkan pada penggunaan pedal looping dalam penampilan live, di mana ia membangun lapisan musik dan efek suara secara real time hanya dengan gitar dan teknologi looping yang telah menjadi identitas musikalnya selama bertahun-tahun. Meski demikian, tur ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pertunjukan, tetapi juga menghadirkan dimensi baru berupa keterlibatan penggemar secara langsung, sebuah pendekatan yang semakin langka diterapkan oleh musisi dengan skala global sekelas Ed Sheeran.

Sumber: gettyimages

Menjelang dimulainya setiap konser, layar besar di stadion menampilkan panduan bagi penonton untuk mengirimkan permintaan lagu favorit mereka melalui pesan teks, sebuah mekanisme interaktif yang menjadi ciri khas Loop Tour. Dari pesan-pesan yang masuk, Ed Sheeran kemudian menghimpun dan menghitung pilihan terbanyak, lalu memilih lima lagu terpopuler untuk dibawakan dalam segmen khusus di atas panggung. Skema ini membuat setlist setiap pertunjukan berpotensi berbeda di tiap kota, sepenuhnya dipengaruhi oleh selera penonton setempat. Alhasil, setiap konser terasa lebih personal dan eksklusif, bukan hanya bagi mereka yang hadir langsung, tetapi juga bagi penggemar di seluruh dunia yang mengikuti perkembangannya secara daring. Melalui unggahan Instagram Story, Ed bahkan menegaskan kesiapannya membawakan lagu apa pun yang dipilih fans, termasuk lagu-lagu lama yang sudah lama tak ia mainkan, sambil melempar tantangan sederhana kepada penonton, “Surprise me”.

Pada konser pembuka Loop Tour yang digelar di Go Media Stadium, Auckland, Ed Sheeran membuktikan komitmennya terhadap konsep interaktif dengan membawakan sejumlah lagu yang dipilih langsung oleh para penggemar melalui pesan teks. Di antara pilihan tersebut muncul “Sofa”, sebuah lagu langka dari EP awal kariernya yang terakhir kali dibawakan pada 2013, serta “Little Bird” yang juga menjadi permintaan khusus fans. Selain lagu-lagu jarang dimainkan, penonton juga memilih sejumlah karya populer seperti “Tenerife Sea”, “Supermarket Flowers”, dan “Give Me Love” disertai berbagai permintaan tak terduga lainnya. Keputusan Ed Sheeran menghadirkan kombinasi lagu-lagu nostalgia dan hits ini tidak hanya mengejutkan penonton yang hadir langsung di stadion, tetapi juga memicu perbincangan luas di media sosial, memperkuat kesan bahwa konser kini berkembang menjadi pengalaman yang lebih intim dan emosional antara artis dan para penggemarnya.

Pendekatan interaktif yang diterapkan Ed Sheeran dalam Loop Tour tidak sekadar menjadi daya tarik sesaat, melainkan mencerminkan perubahan signifikan dalam relasi antara musisi dan pendengarnya. Berdasarkan berbagai laporan, penggemar tidak dibatasi pada daftar lagu tertentu, melainkan bebas mengirimkan rekomendasi dari seluruh katalog musik Ed Sheeran, mulai dari lagu-lagu hits yang telah mendominasi tangga lagu hingga karya lama yang jarang muncul dalam setlist konser. Cara ini menegaskan bahwa Ed benar-benar memberi ruang pada selera personal para penggemarnya, sekaligus memperlihatkan bagaimana teknologi mampu menghadirkan keterlibatan audiens secara langsung dan real time di tengah pertunjukan berskala besar. Meski sejumlah musisi lain pernah mencoba konsep interaksi serupa, sangat jarang ada artis sekelas Ed Sheeran yang membuka porsi signifikan dalam setlist hingga lima lagu untuk sepenuhnya ditentukan oleh penonton di setiap kota, menjadikan pengalaman konser terasa lebih inklusif dan berkesan.

Sumber: gettyimages

Menatap rangkaian Loop Tour 2026, Ed Sheeran membuktikan bahwa konser musik dapat berkembang melampaui sekadar pertunjukan satu arah. Dengan membuka kesempatan bagi penggemar untuk ikut menentukan lagu yang dibawakan melalui pesan teks, ia menghadirkan konsep interaksi yang segar dan relevan dengan era digital. Pendekatan ini tidak hanya membuat setiap konser memiliki karakter dan kejutan yang berbeda di tiap kota, tetapi juga memperdalam hubungan emosional antara Ed Sheeran dan para penggemarnya, yang merasa benar-benar dilibatkan dalam proses kreatif di atas panggung.

Melalui perpaduan teknologi modern, spontanitas musikal, dan kekuatan musik live, Ed Sheeran berhasil menciptakan pengalaman konser yang lebih intim, dinamis, dan kolaboratif. Loop Tour 2026 pun tidak hanya menjadi ajang perayaan musik, tetapi juga contoh bagaimana artis global dapat membangun koneksi yang lebih manusiawi dengan audiensnya. Keberanian menghadirkan konsep ini membuka peluang lahirnya standar baru dalam industri pertunjukan live, sekaligus menjadi inspirasi bagi musisi lain untuk menghadirkan pengalaman konser yang lebih personal dan bermakna di masa depan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *