| | |

Meghan Trainor Umumkan Album Baru Toy With Me, Rilis Single Pertama untuk Mereka yang Pernah Merasa Diadili

Penyanyi sekaligus penulis lagu Amerika, Meghan Trainor, kembali menyapa penggemarnya dengan babak baru dalam kariernya, pengumuman album studio ketujuhnya yang berjudul Toy With Me dan perilisan single utama yang menyentuh tema pemberdayaan diri. Proyek ini tidak hanya jadi momen kreativitas baru bagi Trainor, tetapi juga sebagai ajakan bagi siapa saja yang pernah merasa “diadili” oleh dunia untuk menemukan kembali suara mereka.

Pada 12 November 2025, Meghan Trainor resmi mengumumkan bahwa album terbarunya, Toy With Me, dijadwalkan meluncur pada 24 April 2026. Pengumuman ini disampaikan bersamaan melalui berbagai media besar seperti Billboard, AP News, dan People, menandai dimulainya era musik baru bagi sang penyanyi. Tidak hanya membagikan tanggal rilis album, Trainor juga memperkenalkan single utama bertajuk “Still Don’t Care”, yang menjadi pembuka suasana dan tema besar proyek tersebut. Lagu ini langsung menarik perhatian publik karena menghadirkan nuansa pop yang energik, sekaligus memuat pesan personal yang kuat.

Sumber: Instagram/meghantrainor

Dalam laporan Billboard dan People, single ini dideskripsikan sebagai lagu yang “dedicated to anyone who has ever felt judged” sebuah ungkapan yang menggambarkan betapa dekatnya Trainor dengan pengalaman emosional para pendengarnya. Wikipedia dan beberapa media lain mencatat bahwa pesan lagu ini sengaja dirancang sebagai bentuk dukungan bagi mereka yang pernah terjebak dalam tekanan sosial atau komentar menghakimi. Trainor sendiri menyebut Still Don’t Care sebagai bentuk “exposure therapy” cara yang ia gunakan untuk membebaskan diri dari kritik dan komentar negatif, terutama yang berkaitan dengan tubuhnya. Dalam wawancaranya bersama People, ia menegaskan bahwa lagu ini menjadi ruang bagi dirinya untuk menghadapi stigma yang melekat kuat di masyarakat dan sekaligus merayakan keberaniannya untuk tidak lagi peduli terhadap penghakiman tersebut.

Meghan Trainor mengungkapkan bahwa Toy With Me adalah proyek yang ia nilai sebagai karya paling autentik, berani, dan tanpa filter sepanjang perjalanan kariernya. Dalam wawancara yang dikutip oleh Yahoo, ia menegaskan bahwa album ini mewakili versi dirinya yang lebih jujur baik dalam hal penulisan lirik, emosi, maupun pesan yang ingin disampaikan. Salah satu contohnya terlihat jelas dalam single “Still Don’t Care”, yang dibangun dengan warna pop retro bergaya era 1980-an. Menurut penjelasannya kepada AP News, lagu ini muncul dari pengalamannya berhadapan dengan berbagai komentar mengenai tubuhnya, bahkan di saat ia merasa berada dalam kondisi kesehatan dan kekuatan terbaiknya. Berangkat dari pengalaman tersebut, Trainor kemudian menjadikan tema kepercayaan diri, kebebasan dari penghakiman, serta penerimaan diri sebagai fondasi utama album ini. Melalui musiknya, ia menyuarakan pesan penting, bahwa tidak ada seorang pun yang harus membiarkan opini orang lain menentukan nilai atau identitas mereka.

Dari sisi produksi, Toy With Me dipersiapkan sebagai salah satu album paling ambisius Meghan Trainor. Berdasarkan pengumuman awal yang ia bagikan melalui Instagram, proyek ini akan memuat total 16 track yang mencerminkan berbagai sisi dirinya sebagai artis, ibu, dan individu yang tengah berkembang. Lagu utama “Still Don’t Care” yang juga menjadi pembuka era baru ini ditulis Trainor bersama tim penulis langganannya, seperti yang tercatat dalam Wikipedia, menandakan kolaborasi kreatif yang konsisten dengan gaya khasnya, pop catchy yang dibalut pesan emosional yang kuat.

Sumber: Instagram/meghantrainor

Tak hanya mengandalkan energi upbeat, Trainor mengungkapkan bahwa album ini juga akan memuat beberapa lagu dengan pendekatan yang lebih lembut dan intim. Ia secara khusus menyebut adanya satu track yang didedikasikan untuk anak-anaknya sebuah lagu yang menggambarkan sisi personal yang jarang ia perlihatkan secara penuh di proyek-proyek sebelumnya. Elemen-elemen inilah yang membuat Toy With Me diantisipasi sebagai album yang menawarkan keseimbangan antara hiburan pop yang ringan dan kedalaman emosional yang lebih menyentuh.

Dengan Toy With Me, Meghan Trainor tampaknya benar-benar membuka lembaran baru yang jauh lebih berani dan transparan dalam perjalanan musiknya. Album ini menjadi ruang bagi Trainor untuk mengekspresikan sisi dirinya yang selama ini mungkin tidak terlalu tampak sisi yang lebih rentan, lebih reflektif, namun juga lebih tegas dalam menentukan batasan dan nilai dirinya. Single pembuka “Still Don’t Care” menjadi indikator paling jelas dari transformasi ini. Lagu tersebut bukan sekadar track pop bernuansa retro yang catchy, tetapi sebuah pernyataan sikap pesan bahwa ia tidak lagi ingin tunduk pada ekspektasi atau komentar yang berusaha mendikte siapa dirinya seharusnya.

Era Toy With Me juga menyampaikan perubahan orientasi Trainor sebagai seorang artis yang ingin menciptakan hubungan emosional yang lebih dalam dengan para pendengarnya. Ia tidak hanya menghadirkan musik untuk dinikmati, tetapi juga untuk dirasakan, terutama oleh mereka yang pernah berada di posisi merasa dinilai, diremehkan, atau tidak sesuai standar yang ditetapkan orang lain. Lagu-lagu dalam album ini, dari yang berenergi tinggi hingga yang lembut dan personal, dirancang untuk menyuarakan kekuatan, keberanian, dan penerimaan diri.

Bagi banyak orang yang sedang berjuang menemukan tempatnya di tengah tekanan sosial, proyek ini dapat menjadi pendamping emosional semacam soundtrack untuk bangkit kembali. Trainor mengajak pendengarnya untuk menyadari bahwa rasa tidak diterima atau terus-menerus diadili bukanlah akhir, melainkan titik awal untuk memulihkan harga diri dan merayakan identitas yang autentik. Dengan demikian, Toy With Me berpotensi menjadi salah satu era musiknya yang paling relevan dan bermakna, baik bagi dirinya maupun bagi jutaan penggemar yang mencari suara yang mampu mewakili perjalanan mereka.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *