| |

Mason Thames Samai Rekor Jim Carrey, Bintangi Tiga Film No.1 Box Office dalam Satu Tahun

Dalam industri perfilman Hollywood yang kompetitif, menempatkan satu film saja di posisi puncak box office sudah menjadi prestasi luar biasa bagi seorang aktor. Namun, Mason Thames aktor muda berusia 18 tahun yang tengah mencuri perhatian dunia hiburan berhasil melangkah jauh melampaui capaian itu. Dalam kurun waktu hanya satu tahun, tiga film yang dibintanginya sukses berturut-turut menduduki peringkat nomor satu box office. Pencapaian langka ini menempatkannya dalam jajaran elit sejarah perfilman, menjadikannya aktor pertama sejak Jim Carrey pada tahun 1994 yang mampu mencatatkan tiga film nomor satu dalam satu tahun yang sama sebuah rekor yang sudah hampir tiga dekade tak tersentuh.

Prestasi ini bukan hanya menunjukkan pesatnya perkembangan karier Mason, tetapi juga menandakan lahirnya bintang generasi baru yang mampu menyaingi nama-nama besar Hollywood di usia yang masih sangat muda.

Mason Thames lahir pada 10 Juli 2007 di Dallas, Texas, Amerika Serikat. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan minat besar terhadap dunia seni peran dan mulai meniti karier akting di usia belia. Bakatnya mulai benar-benar diperhitungkan publik setelah ia membintangi film horor The Black Phone (2021), di mana ia memerankan karakter utama, Finney Blake. Perannya yang kuat dan penuh emosi dalam film tersebut membuat namanya melambung tinggi dan menjadikannya salah satu aktor muda paling menjanjikan di Hollywood.

Dikenal karena kematangan akting yang jauh melampaui usianya, Mason sering dipuji oleh para sutradara dan kritikus. Salah satu sumber menyebut bahwa ia memiliki kemampuan luar biasa untuk mengekspresikan emosi dengan cara yang jujur dan tidak berlebihan suatu kualitas yang jarang ditemukan pada aktor muda. Selain itu, fleksibilitas genre menjadi salah satu keunggulan Mason. Ia tidak terpaku pada satu jenis film saja; setelah sukses di genre horor, ia berani menantang diri di film petualangan, drama keluarga, dan fantasi. Kemampuan adaptasinya dalam berbagai peran membuatnya semakin menarik bagi para pembuat film besar.

Lebih dari itu, Mason juga hadir di momen yang sangat strategis ketika industri perfilman Hollywood sedang mencari wajah baru yang segar dan komersial untuk menarik generasi penonton muda. Dengan perpaduan antara bakat alami, etos kerja tinggi, dan karisma yang kuat di depan kamera, Mason Thames kini dianggap sebagai salah satu bintang muda paling “bankable” di dunia hiburan modern.

Sumber: gettyimages

Tahun 2025 bisa dibilang menjadi masa keemasan bagi Mason Thames, karena dalam satu tahun saja ia berhasil menorehkan prestasi luar biasa dengan tiga film berbeda yang semuanya menduduki posisi puncak box office. Deretan karya tersebut tidak hanya menegaskan kemampuan aktingnya yang matang di usia muda, tetapi juga membuktikan daya tarik komersialnya di mata penonton global.

Film pertama yang mengantarkannya ke puncak kesuksesan adalah How to Train Your Dragon (Remake Live-Action), adaptasi versi nyata dari film animasi legendaris dengan judul yang sama. Dalam film ini, Mason memerankan karakter Hiccup, sang protagonis utama yang menjalin hubungan persahabatan dengan naga. Menurut laporan FandomWire dan Decider, film ini menjadi salah satu dari tiga karya Mason yang menempati posisi nomor satu di box office tahun ini. Sementara itu, The Express Tribune melaporkan bahwa film tersebut berhasil meraup pendapatan global lebih dari US$300 juta atau sekitar Rp4,8 triliun, menjadikannya salah satu film live-action paling sukses tahun ini.

Kesuksesan berikutnya datang lewat The Black Phone 2, sekuel dari film horor yang sebelumnya melambungkan nama Mason. Ia kembali memerankan karakter Finney Blake, seorang remaja yang berjuang melawan teror misterius. Film ini melanjutkan kesuksesan pendahulunya dan kembali memuncaki box office. Berdasarkan laporan The Express Tribune, pendapatannya bahkan melampaui US$120 juta atau sekitar Rp1,9 triliun, sebuah pencapaian impresif untuk film bergenre horor.

Tak berhenti di situ, Mason juga menunjukkan sisi emosional dan dramatisnya lewat film Regretting You, adaptasi dari novel populer karya Colleen Hoover. Dalam film ini, ia berperan sebagai Miller Adams, karakter yang terlibat dalam kisah keluarga penuh konflik dan penyesalan. Film tersebut juga berhasil merebut posisi puncak box office, memperkuat dominasinya sepanjang tahun. Menurut Parade, jika digabungkan, tiga film ini menghasilkan pendapatan lebih dari US$510 juta secara global atau sekitar Rp8,2 triliun, sebuah rekor luar biasa bagi aktor yang baru berusia 18 tahun. Tiga kesuksesan beruntun tersebut bukan hanya membuktikan kemampuan Mason Thames sebagai aktor multitalenta yang mampu menaklukkan berbagai genre mulai dari fantasi, horor, hingga drama tetapi juga menandai lahirnya bintang muda baru yang siap menorehkan sejarah di industri film dunia.

Untuk memahami betapa luar biasanya pencapaian Mason Thames, kita perlu menengok kembali sejarah perfilman Hollywood. Pada tahun 1994, legenda komedi Jim Carrey berhasil mencatatkan prestasi serupa dengan membintangi tiga film yang semuanya menduduki posisi puncak box office domestik, yaitu Ace Ventura: Pet Detective, The Mask, dan Dumb and Dumber tiga film ikonik yang kemudian mengukuhkan statusnya sebagai bintang besar. Kini, setelah lebih dari tiga dekade, Mason Thames berhasil menyamai pencapaian langka tersebut. Berdasarkan laporan dari IMDb dan Parade, ia dinyatakan sebagai aktor pertama sejak Jim Carrey yang mampu menempatkan tiga film berbeda di posisi nomor satu dalam satu tahun yang sama. Prestasi ini menempatkan Mason dalam jajaran eksklusif aktor Hollywood yang berhasil mencetak beberapa blockbuster dalam waktu singkat sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa ia bukan sekadar bintang muda, tetapi fenomena baru di industri film dunia.

Sumber: gettyimages

Mason Thames telah menunjukkan bahwa ia bukan hanya “aktor muda yang muncul sebentar” tetapi potensi besar dalam industri film global. Dengan tiga film nomor 1 box office dalam satu tahun, ia menyamai rekor yang telah bertahan sejak era Jim Carrey sesuatu yang sangat jarang terjadi. Ke depan, menjaga momentum ini dan membuat pilihan karier yang bijak akan sangat menentukan apakah ia akan menjadi salah satu bintang besar generasi berikutnya atau hanya fenomena sesaat.

Bagi penggemar film atau pengamat industri hiburan, pencapaian Mason mengindikasikan bahwa Hollywood sedang mengalami “gelombang baru” talenta muda yang siap mengambil alih. Dengan kata lain, ini baru permulaan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *