Kpop Demon Hunters Resmi Masuk Kategori Animated Feature di Oscars 2026
Pada 21 November 2025, KPop Demon Hunters resmi diumumkan sebagai salah satu film yang memenuhi kriteria untuk berkompetisi di ajang 98th Academy Awards atau Oscars 2026. Film ini kini tercatat masuk dalam daftar karya animasi yang layak dipertimbangkan oleh Academy untuk kategori Best Animated Feature (Film Animasi Terbaik). Pengakuan resmi dari pihak Academy ini menegaskan bahwa KPop Demon Hunters tidak hanya sukses secara komersial dan populer di kalangan penonton global, tetapi juga diakui kualitas artistik, teknis, dan sinematiknya sehingga berhak melaju ke tahap seleksi Oscar.
Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) telah merilis daftar resmi film animasi yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi Oscars 2026, dan dari total 35 judul yang tercantum, KPop Demon Hunters menjadi salah satu animasi yang lolos kualifikasi. Kehadiran film ini dalam daftar bergengsi tersebut menunjukkan bahwa karya tersebut telah memenuhi semua aturan dasar yang ditetapkan oleh Academy. Untuk dapat dinilai oleh Academy, setiap film animasi termasuk yang dirilis melalui platform streaming wajib menjalani qualifying theatrical run, yaitu penayangan terbatas di bioskop yang telah ditentukan di Amerika Serikat. KPop Demon Hunters telah menuntaskan syarat ini melalui penayangan eksklusif di tiga kota besar, yakni New York, Los Angeles, dan San Francisco, pada Juni 2025. Dengan selesainya rangkaian penayangan terbatas tersebut, film ini resmi memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan AMPAS.
Menariknya, meskipun film ini lebih dikenal sebagai hit besar di platform streaming bukan sebagai film rilis layar lebar besar kombinasi antara popularitas globalnya dan pemenuhan aturan penayangan bioskop menjadikannya memenuhi seluruh kriteria untuk berlaga di Oscars. Strategi “streaming-first” ditambah “run terbatas” terbukti cukup kuat untuk mendorong film ini masuk ke jalur kompetisi Oscar. Seperti yang disampaikan dalam laporan media internasional, “The Netflix phenomenon is among 35 film features eligible for the animated feature film category at the 98th Academy Awards”. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa KPop Demon Hunters bukan hanya sekadar favorit penonton, tetapi juga telah diakui kelayakannya secara formal oleh Academy.

Dengan masuknya film ini dalam daftar eligibility Oscar 2026, KPop Demon Hunters kini resmi memulai langkah awal dalam perlombaan menuju nominasi Academy Awards. Ini bukan lagi isu yang beredar di kalangan penggemar, melainkan pengakuan resmi yang menempatkan film tersebut dalam radar penilaian para juri Oscars.
Menurut laporan berbagai media internasional, KPop Demon Hunters mencetak rekor luar biasa dengan menjadi film paling banyak ditonton sepanjang sejarah Netflix, mengumpulkan lebih dari 541 juta jam tontonan dari pengguna di seluruh dunia. Capaian ini menempatkannya di posisi puncak daftar tontonan platform tersebut, mengungguli banyak judul populer lain yang sebelumnya mendominasi. Prestasi tersebut tidak hanya menegaskan kekuatan cerita dan visual film ini, tetapi juga menunjukkan betapa besar respons audiens global terhadap genre animasi dengan sentuhan budaya K-pop. Tak hanya dari sisi penayangan, soundtrack KPop Demon Hunters juga meledak secara internasional. Album musik resmi film ini mencetak sejarah dengan menghadirkan delapan lagu sekaligus yang berhasil masuk ke dalam chart Billboard Hot 100 tahun 2025. Salah satunya adalah lagu utama berjudul “Golden”, yang menjadi fenomena global tersendiri. Keberhasilan ini menegaskan bahwa daya tarik film tidak hanya bertumpu pada animasi atau aksi, tetapi juga pada kekuatan musikal menjadikan film ini unik karena mampu menyatukan budaya musik K-pop dengan dunia animasi dalam satu karya yang kuat dan komersial.
Dalam daftar resmi film animasi yang memenuhi syarat untuk Oscars 2026, KPop Demon Hunters berdiri sejajar dengan sejumlah judul raksasa dari studio besar. Di antaranya adalah Zootopia 2 dari Disney, serta beberapa film animasi Jepang berprofil tinggi seperti Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle dan Chainsaw Man The Movie: Reze Arc. Masuknya film ini ke dalam “arena besar” yang sama menunjukkan bahwa KPop Demon Hunters memiliki kualitas yang setara dengan produksi internasional beranggaran besar dan fandom masif. Tak mengherankan, berbagai media global menyebut KPop Demon Hunters sebagai salah satu film animasi paling diperhatikan dalam persaingan Oscar tahun ini. Popularitas besarnya, keberhasilan di dunia musik, serta tema unik yang menggabungkan kultur K-pop, aksi fantasi, dan gaya animasi modern menjadikannya sorotan dalam diskusi di kalangan kritikus maupun penonton. Film ini membawa angin segar karena menghadirkan kombinasi budaya global yang jarang muncul dalam kompetisi Oscar, sehingga memperluas spektrum representasi dalam industri animasi.
Keberhasilan KPop Demon Hunters mulai dari mendominasi platform streaming hingga resmi masuk daftar kualifikasi Oscar menjadi tonggak penting dalam perjalanan animasi modern. Pencapaian ini menunjukkan bahwa lanskap animasi dunia sedang mengalami perubahan besar. Industri yang dulu didominasi oleh karya-karya Hollywood dan Jepang kini mulai membuka ruang lebih luas bagi cerita dan gaya visual yang berakar pada budaya pop lintas negara. Hadirnya film animasi yang membawa elemen K-pop, aksi fantasi, serta narasi bernuansa global menunjukkan bahwa inovasi bisa datang dari mana saja, dan penonton kini lebih terbuka terhadap keragaman kreatif tersebut.

Bagi para penggemar, keberhasilan ini tentu menjadi momen yang membanggakan. Mereka menyaksikan bagaimana karya yang mengangkat elemen budaya populer Asia bisa mendapat pengakuan di panggung internasional yang prestisius. Sementara bagi pelaku industri, prestasi ini menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi antara animasi, musik, dan kekayaan budaya global adalah formula yang sangat menjanjikan. Tren ini bisa membuka gerbang bagi lebih banyak kreator dari berbagai negara untuk mengeksplorasi ide-ide segar dan memperluas pasar internasional.
Pada akhirnya, KPop Demon Hunters bukan sekadar film yang sukses, tetapi juga simbol evolusi industri animasi dunia sebuah bukti bahwa keberanian untuk menggabungkan genre dan budaya dapat menghasilkan karya yang bukan hanya menarik perhatian penonton, tetapi juga dihargai oleh institusi perfilman tertinggi seperti Academy Awards.