| | | |

Debut Iklan Super Bowl Pringles, Sabrina Carpenter Rayakan Para Single di Seluruh Dunia

Super Bowl selama ini dikenal sebagai acara olahraga paling bergengsi yang selalu menyita perhatian dunia setiap tahunnya. Namun, di luar pertandingan di lapangan, ajang ini juga telah menjelma menjadi etalase paling prestisius bagi industri periklanan global. Setiap detik tayang iklan di Super Bowl bernilai tinggi dan sering kali menjadi pembicaraan publik jauh setelah pertandingan usai.

Pada edisi tahun ini, sorotan tertuju pada Sabrina Carpenter, bintang pop muda yang tengah berada di puncak popularitas. Untuk pertama kalinya, ia dipercaya tampil dalam kampanye iklan Super Bowl bersama Pringles, menandai debutnya di panggung iklan terbesar di dunia. Kehadiran Sabrina tidak hanya memperkuat daya tarik komersial iklan tersebut, tetapi juga membawa warna segar yang relevan dengan generasi muda.

Lebih dari sekadar promosi produk, iklan ini dikemas sebagai sebuah perayaan yang ringan, ceria, dan penuh makna. Pringles dan Sabrina Carpenter menghadirkan pesan yang dekat dengan realitas banyak orang, khususnya mereka yang menikmati hidup sebagai “single”. Dengan pendekatan yang fun dan inklusif, kampanye ini seolah mengajak para penonton di seluruh dunia untuk merayakan kebebasan, keceriaan, dan kebahagiaan dalam momen sederhana tanpa harus bergantung pada status hubungan.

Sabrina Carpenter kini dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh di industri musik pop global. Dalam beberapa tahun terakhir, ia mencatatkan pertumbuhan karier yang signifikan melalui deretan album yang mendapat sambutan luas, lagu-lagu yang mendominasi tangga musik, serta tur internasional yang memperkuat posisinya sebagai bintang papan atas. Lebih dari sekadar penyanyi, Sabrina telah menjelma menjadi ikon budaya pop generasi masa kini mewakili gaya, sikap, dan narasi yang dekat dengan audiens muda.

Sumber: gettyimages

Karena itulah, pengumuman keterlibatannya dalam iklan Super Bowl bersama Pringles menjadi momen penting yang langsung menarik perhatian media dan penggemar di seluruh dunia. Kehadirannya di panggung Super Bowl terasa semakin relevan mengingat ajang ini ditonton oleh ratusan juta pemirsa global dan dikenal sebagai ruang di mana iklan bukan hanya alat promosi, melainkan bagian dari budaya populer itu sendiri. Setiap iklan Super Bowl dirancang dengan konsep besar, kreativitas tinggi, dan potensi viral yang kuat menjadikannya medium strategis bagi brand untuk membangun cerita, memicu percakapan publik, dan meninggalkan kesan jangka panjang.

Dalam iklan bertema “Single Pringles”, Pringles menghadirkan konsep yang sederhana namun penuh makna melalui penampilan Sabrina Carpenter. Ia digambarkan sedang memainkan permainan klasik “He loves me, he loves me not” dengan cara yang tak biasa menggunakan chips Pringles sebagai pengganti kelopak bunga. Dalam cuplikan teaser yang telah dirilis, Sabrina melafalkan kalimat tersebut secara berulang sambil melepas satu per satu keripik dari susunan menyerupai bunga. Momen ini ditutup dengan ekspresi senyum santai ketika ia mencapai “kelopak” terakhir, lalu menikmati Pringles tersebut, seolah menegaskan bahwa jawabannya tidak lagi sepenting menikmati momen itu sendiri. Meski tampak ringan dan playful, adegan ini sarat akan simbolisme.

Permainan klasik tersebut identik dengan pencarian kepastian dalam urusan cinta, namun dikemas dengan nuansa humor dan keceriaan yang jauh dari kesan dramatis. Aktivitas yang fun ini menggeser fokus dari romansa konvensional menuju perayaan diri dan kebahagiaan sederhana. Penggunaan “Pringles petals” sebagai elemen visual utama pun memberi sentuhan kreatif yang mudah diingat dan menarik bagi berbagai generasi penonton. Lewat pendekatan ini, Pringles tidak sekadar mempromosikan produknya, melainkan menyampaikan pesan yang relevan dan hangat sebuah perayaan bagi para single yang menonton Super Bowl, disajikan dengan humor ringan dan perasaan “feel-good” yang membumi.

Melalui iklan ini, Pringles kembali menghidupkan kampanye ikonik “Once You Pop, The Pop Don’t Stop”, sebuah slogan legendaris yang telah melekat kuat pada identitas brand selama bertahun-tahun. Dengan membawanya ke panggung Super Bowl, Pringles menegaskan kembali pesan utama bahwa kesenangan sederhana, mulai dari membuka kaleng hingga menikmati setiap keping keripik adalah pengalaman yang terus berlanjut dan tak lekang oleh waktu. Tema ini terasa sangat efektif untuk format iklan Super Bowl yang berdurasi singkat namun dituntut memiliki dampak besar, karena mampu menyampaikan emosi positif secara cepat, jelas, dan mudah diingat oleh penonton.

Di balik eksekusinya, tim kreatif Pringles bekerja sama dengan agensi BBDO New York mengedepankan pendekatan yang ringan, ceria, dan visual yang playful. Strategi ini menunjukkan bahwa Pringles tidak semata-mata mengandalkan daya tarik nama besar Sabrina Carpenter sebagai bintang iklan, tetapi juga membangun narasi visual yang selaras dengan selera dan gaya hidup konsumen masa kini. Humor halus, estetika yang segar, serta konsep yang relatable membuat iklan ini terasa relevan bagi generasi muda sekaligus tetap dapat dinikmati oleh audiens lintas usia memperkuat posisi Pringles sebagai brand yang fun, modern, dan dekat dengan keseharian penontonnya.

Sumber: gettyimages

Iklan Pringles yang menandai debut Sabrina Carpenter ini dijadwalkan tayang secara penuh dalam perhelatan Super Bowl LX pada 8 Februari 2026, yang akan digelar di Levi’s Stadium, Santa Clara, California, Amerika Serikat. Ajang Super Bowl edisi ini diproyeksikan menjadi salah satu yang paling banyak disaksikan dalam sejarah olahraga Amerika, dengan jumlah penonton yang mencapai ratusan juta orang dari berbagai belahan dunia. Kondisi tersebut menjadikan setiap slot iklan memiliki nilai eksposur yang luar biasa besar, sekaligus peluang emas bagi brand untuk mencuri perhatian publik global.

Bagi Pringles, kehadiran di Super Bowl bukanlah hal baru. Brand camilan ini telah lama dikenal sebagai “langganan” iklan Super Bowl, dengan sederet kampanye sebelumnya yang melibatkan nama-nama besar seperti Adam Brody, Nick Offerman, James Harden, Andy Reid, Chris Pratt, hingga Meghan Trainor. Konsistensi ini menunjukkan komitmen Pringles dalam menjadikan Super Bowl sebagai panggung utama untuk memperkuat identitas brand sekaligus menghadirkan konsep iklan yang selalu segar dan relevan setiap tahunnya.

Seiring berjalannya waktu, iklan Super Bowl telah bertransformasi menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya populer global, melampaui fungsinya sebagai jeda komersial semata. Momen ini kini dinantikan hampir sama besarnya dengan pertandingan itu sendiri, karena menjadi panggung prestisius bagi brand untuk menyampaikan cerita yang paling kreatif, menghibur, dan menyentuh emosi penonton. Setiap iklan tidak hanya dinilai dari pesan penjualannya, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan percakapan, membangun relevansi, dan meninggalkan kesan jangka panjang.

Dalam konteks tersebut, kehadiran Sabrina Carpenter sebagai wajah Pringles menjadi representasi jelas dari evolusi iklan Super Bowl masa kini. Kampanye ini memadukan kekuatan musik pop, visual yang estetis, serta pesan yang inklusif dan dekat dengan realitas audiens global. Alih-alih menonjolkan produk semata, iklan ini mengajak penonton untuk merayakan kebahagiaan sederhana, kreativitas, dan kebebasan berekspresi terutama bagi mereka yang menjalani hidup sebagai “single” dengan penuh percaya diri. Dengan perpaduan konsep yang segar, humor ringan, dan relevansi budaya yang kuat, kampanye Pringles ini berpeluang besar menjadi salah satu iklan Super Bowl paling berkesan dan banyak diperbincangkan tahun ini.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *