Bisa dicegat seperti angkot? Uniknya Kereta di Kanada Ini

Bisa dicegat seperti angkot? Uniknya Kereta di Kanada Ini
(Credit: Via Rail)

Jalur kereta ini adalah salah satu jalur kereta paling indah di dunia. Kelebihan lainnya, kereta ini bisa dicegat di jalan seperti kita mau naik angkot?!

Terletak di tengah Taman Nasional Jasper, kota pegunungan yang hanya berpenduduk 4.200 jiwa ini adalah persimpangan utama di beberapa rute kereta api terbesar di Kanada.

The Canadian, kereta penumpang lintas benua dari Vancouver ke Toronto, maupun Rocky Mountaineer yang mewah dan rutenya mencakup kereta api wisata di Kanada Barat dan Pegunungan Rocky Kanada, jadi pemandangan yang udah biasa disini.

Gerbong-gerbong kereta nampak kecil dibandingkan puncak-puncak gunung yang berderet.

Disini ada tiga kereta yang kurang terkenal berangkat dari Jasper tiga kali seminggu, membawa penumpang ke tempat-tempat terpencil dan jauh di British Columbia. Jalur ini selesai dibangun oleh Grand Trunk Pacific Railway pada tahun 1914, dan membentang sepanjang 1.160 km, menghubungkan Jasper ke Prince Rupert, sebuah kota pelabuhan di pesisir barat laut Kanada.

Kereta 5 yang dikelola VIA Rail, atau biasa disebut “Skeena” atau “Rupert Rocket” oleh warga lokal ini berdurasi perjalanan dua hari, dengan pemberhentian semalam di kota Prince George.

Jalur ini hampir tidak dikenal oleh wisatawan internasional, tetapi merupakan salah satu perjalanan kereta paling indah di dunia, sekaligus menyediakan jalur utama bagi masyarakat lokal.

Di bordes, bagian atas pintunya dikunci seperti pintu koboi, jadi saya mengayunkannya sampai terbuka saat kelopak bunga dandelion terbang dibawa angin.

Jalur kereta ini berkelok-kelok menyusuri Sungai Fraser, rumah berbagai jenis ikan. Dari seberang sungai, seorang pemancing melambaikan tangan dari tepian yang mirip pantai.

Selama satu jam pertama, jeram biru kehijauan bergemericik di tepi jalan, elang emas membumbung tinggi, dan aroma tajam cemara balsam dan pinus menerpa melalui pintu yang terbuka.

(Credit: Via Rail)
(Credit: Via Rail)

Melaju cepat di dekat permukaan batu yang dilapisi dinding es, mengitari tikungan sampai melihat Gunung Robson menjulang naik menembus biru, puncak tertinggi di Pegunungan Rocky Kanada. Kumpulan awan di puncaknya membuat gunung itu seperti gunung berapi yang mengeluarkan asap, dengan gletser di sisi-sisinya.

Di antara danau-danau tapal kuda, hamparan bunga snapdragon kuning dan tumbuhan conifer yang halus bisa dilihat dari kereta.

Kita bisa melihat jejak-jejak industri pada masa lalu dan sekarang, di mana pendulang emas, petani dan pencari ikan membentuk komunitasnya yang menyebar.

Menjelang sore, saat penumpang tertidur atau menerawang untuk melihat rusa besar dan karibu, kereta mulai melambat, lalu tiba-tiba berhenti di dekat hutan.

Terdengar gumaman di gerbong dan beberapa penumpang menjulurkan leher untuk melihat apakah ada penampakan satwa liar.

Sebagai layanan kereta yang bisa dicegat, rupanya Skeena berhenti untuk mengangkut seorang pemetik jamur yang muncul dari balik pepohonan.

“Kami satu-satunya sumber transportasi untuk masuk dan keluar dari daerah terpencil,” kata MacLean, menjelaskan bahwa para insinyur dan staf selalu tahu dan mencari penumpang tetap yang naik dan turun kereta: pertapa, penduduk daerah terpencil dan nelayan.

“Tepat sebelum kami menurunkan mereka, mereka akan berkata: ‘Sepertinya saya akan keluar dari semak seminggu, Jumat depan, perhatikan ya.” Saya kemudian mengkomunikasikannya dengan para insinyur, mereka mencatat dan memperhatikan jika ada orang itu.”

Dia menambahkan: “Pada salah satu perjalanan saya, saya menjemput dua pemburu yang tersesat dan tidak dapat menemukan jalan kembali ke truk mereka. Mereka mendengar suara kereta, jadi mereka turun ke rel. Ketika naik, mereka kotor, sangat kedinginan, lapar, dan sangat senang melihat manusia lain sehingga saya bahkan tidak menagih ongkos mereka.”

Saat matahari mulai terbenam, danau seakan menjadi lahar cair, kereta melambat ke kota Prince George untuk persinggahan wajibnya.

Setelah sebagian besar penumpang turun dan turis-turis masuk ke hotel terdekat, saya berbicara dengan petugas kereta api Ed Neis yang membari tahu bahwa Skeena dulunya adalah kereta malam.

“Kami punya gerbong restorasi di sini, kamar kecil di belakang, indah sekali dulu. Kalau tidak salah dihapus pada tahun 1993,” kata Neis.

“Penurunan ekonomi sangat buruk, sehingga jawatan kereta api bertemu walikota setempat dan membuat kesepakatan dengan komunitas ini untuk membawa bisnis kepada mereka. Mereka setuju kereta ini akan berhenti di Prince George. Jika kita kembalikan lagi jadi langsung, penumpang akan naik.”

Kereta Pagi

Keesokan paginya, kereta berangkat saat penumpang sedang sarapan, mengikuti lekukan Sungai Nechako, anak sungai utama, ke Sungai Fraser yang kembali terlihat di bawah buih dan gemericik putih.

Di kota Smithers, sejumlah perempuan penduduk asli yang disebut Bangsa Pertama naik kereta dan, setelah jeda dalam perjalanan, MacLean menyebutkan Highway of Tears – jalan sepanjang 725 km yang sejajar dengan rel.

Sejak 1950-an, sejumlah perempuan muda hilang saat menumpang antara Smithers dan Prince Rupert, karena kemiskinan dan kurangnya transportasi umum yang parah di sepanjang Highway 16 selain bus dua kali seminggu.

(Credit: Via Rail)
(Credit: Via Rail)

Angka resmi menunjukkan bahwa jumlahnya sekitar 20, tetapi keluarga dan aktivis masyarakat memperkirakan bahwa lebih dari 50 perempuan hilang atau ditemukan tewas. Menurut MacLean: “Seorang perempuan muda di British Columbia utara yang memilih untuk menumpang di Highway 16 timur atau barat dari Prince George, artinya sudah mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang dicintai. Penduduk asli naik dan turun dari kereta ini untuk pergi ke pertemuan dan acara atau tidak ada cara lain selain bus itu.”

Baca juga : Bijuu Terkuat Di Naruto

Kereta melintasi jembatan yang rapuh, saya melirik ke bawah ke badan air yang mengalir di bawah rel sementara penumpang lain memandang ke hutan untuk mencari grizzlies dan beruang hitam.

Tepat ketika kami melewati stasiun Kwinitsa, saya melihat seekor beruang hitam kecil berlari menjauh dari rel. Saya menyadari bahwa apa yang menjadi salah satu perjalanan terbesar dalam hidup saya hanyalah perjalanan biasa untuk yang lain.

Menjelang sore, Sungai Skeena muncul dari utara dan tetap dekat dengan kereta, menyemangatinya hingga garis finis.

Namanya diambil dari bahasa asli Gitxsan, yang berarti “sungai kabut”, Sungai Skeena mengalir melalui ngarai dan melewati pegunungan sebelum akhirnya memisahkan diri dan mengalir ke Samudra Pasifik, meninggalkan kami untuk melakukan perjalanan ke Prince Rupert sendirian.

(source : l Canada’s train that takes hitchhikers )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 2 =

SHARE IT
RELATED TRAX GUIDE

Taylor Swift Keluarkan 15 Lagu Kejutan, Umumkan ‘The Tortured Poets Department’ Jadi Double Album

Taylor Swift mengejutkan penggemar dengan “double album” dari The Tortured Poets Department Jumat pagi. Ekspansinya, dirilis dua jam setelah album awal, menampilkan 15 lagu lagi bertajuk The Anthology.

“Ini kejutan pukul 02.00: The Tortured Poets Department adalah album rahasia GANDA,” tulis Taylor di Instagram. “Saya telah menulis begitu banyak puisi yang menyiksa dalam 2 tahun terakhir dan ingin berbagi semuanya dengan Anda, jadi inilah bagian kedua dari TTPD: The Anthology. 15 lagu tambahan. Dan sekarang ceritanya bukan milikku lagi… itu milikmu.”

Penyanyi-penulis lagu ini meluncurkan album pertamanya yang berisi 16 lagu pada tengah malam pada hari Jumat. Dua lagu merupakan kolaborasi dengan Post Malone dan Florence + The Machine. Ada juga empat lagu bonus, “The Manuscript”, “The Bolter”, “The Albatross” dan “The Black Dog” yang ditampilkan dalam versi vinyl berbeda dari album tersebut. Keempat lagu tersebut, bersama 11 lagu baru lainnya, masuk dalam The Anthology.

Di Instagram, Taylor juga menyebut album tersebut sebagai “sebuah antologi karya-karya baru yang mencerminkan peristiwa, opini, dan sentimen dari momen singkat dan fatalistik – sesuatu yang sensasional dan menyedihkan dalam ukuran yang sama.”

Menjelang perilisan album, Taylor mengungkapkan bahwa single pertama albumnya adalah “Fortnight” yang menampilkan Post Malone. “Saya menjadi penggemar berat Post karena dia adalah seorang penulis, eksperimen musiknya, dan melodi yang dia ciptakan yang selalu melekat di kepala Anda selamanya. Saya menyaksikan keajaiban itu menjadi nyata secara langsung ketika kami bekerja bersama di ‘Fortnight,’” tulis Taylor di Instagram di samping foto bersama Post Malone.

Spotify juga mengungkapkan pada hari Kamis bahwa album tersebut menjadi album Countdown Page yang paling banyak disimpan sebelumnya dalam sejarah audio streamer.

Super Junior Bakal Manggung di Jakarta, Catat Tanggalnya!

Grup K-pop naungan SM Entertainment, Super Junior kembali gelar konser di Jakarta yang bertajuk “SUPER SHOW SPIN-OFF : Halftime.” Konser ini merupakan bagian dari tur Asia Super Junior di tahun 2024.

Melansir dari akun instagram resmi Super Junior, konser akan digelar pada 14 September 2024 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara.

“2024 SUPER JUNIOR ASIA TOUR. [JAKARTA] BCIS, September 14, 2024,” tulis akun instagram resmi @SJofficial, Kamis (18/04).

Jakarta merupakan kota terakhir dalam tur Asia Super Show Spin-Off : Halftime. Berdasarkan dari jadwal yang dirilis, tur akan dimulai di Seoul pada 22-23 Juni 2024.

Kemudian diikuti oleh kota-kota besar di kawasan Asia, mulai dari Bangkok pada 6-7 Juli, Singapura pada tanggal 14 Juli, Ho Chi Minh pada 28 Juli, Kuala Lumpur pada 3 Agustus, Taipei pada 17-18 Agustus, dan Hongkong pada 6-7 September. 

Konser ini akan dibawa oleh iMe Indonesia selaku promotor. Namun, belum ada informasi lebih lanjut mengenai harga dan jadwal penjualan tiket

Perdana di Coachella, ATEEZ Tuai Banyak Pujian Berkat Penampilannya

ATEEZ sukses tampil sebagai headliner di Coachella Valley Music and Arts Festival 2024 pada Jumat (12/04) waktu setempat. ATEEZ dinobatkan sebagai boygroup K-pop pertama yang tampil di Coachella. Selain itu, LE SSERAFIM dan The Rose juga tampil di festival musik tersebut.

ATEEZ tampil di panggung Sahara dengan penuh enerjik, berhasil menaklukkan para penggemar maupun warga lokal yang menonton.

ATEEZ membawakan 11 lagu hits mereka, salah satunya ialah Say My Name yang menjadi lagu pembuka saat mereka pertama kali muncul di panggung. Selanjutnya, mereka menampilkan Hala Hala, Guerilla (Flag Ver.), Crazy Form, The Real (Heung : 興 Ver.), Arriba, Django, Bouncy (K-Hot Chilli Peppers), dan ditutup dengan Wonderland (Symphony No 9).

Selain itu, ATEEZ juga menambahkan unsur budaya tradisional korea dalam penampilannya di The Real (Heung : 興 Ver.), seperti bendera yang diukir dengan (Naga Biru, Baekho, Jujak, Hyunmu), dan juga memberikan keindahan dan keunikan Korea melalui video LED dengan pola mutiara warna-warni.

Mereka juga menyelipkan permainan rakyat tradisional Korea “Ganggang Sul-rae” ke dalam koreografinya, tari topeng singa dari asosiasi pelestarian tari topeng Bongsan, yang menambah meberiahaan dan maknanya.

Selanjutnya, Hongjoong cs akan kembali tampil di Coachella Valley Music and Arts Festival 2024 di minggu kedua pada 19 April mendatang.

TRAX MUSIC

Sinopsis Drakor Terbaru Netflix, Parasyte: The Grey, Kisah Parasit Misterius

Netflix kembali merilis drama Korea terbarunya yang bertajuk Parasyte: The Grey.

Drama sci-fi berlatar kisah dunia organisme parasit dan perjuangan manusia yang melawannya akan menampilkan cerita penuh aksi yang menegangkan. 

Drama Korea adaptasi manga Jepang yang berjudul Parasyte karya Hitoshi Iwaaki, drama ini memiliki jalan baru yang padat dengan aksi laga, filosofi, serta pertanyaan seputar keberadaan manusia. Yuk, simak sinopsisnya berikut ini.

Pada suatu hari, sebuah entitas parasit misterius tiba-tiba jatuh dari langit dan mulai menginfeksi manusia sebagai inangnya. Parasit ini kemudian mengakibatkan kematian pada manusia dan mendapatkan kekuatan sendiri. 

Manusia pun terpaksa berjuang melawan ancaman makhluk ini yang berpotensi mengambil alih dunia.

Cerita ini berfokus pada beberapa karakter utama, termasuk Jung Su In, Seol Gang Woo, dan Choi Joon Kyung. Jung Su In berhasil diselamatkan setelah tubuhnya diserang oleh parasit bernama Heidi, meskipun parasit tersebut gagal mengambil alih otaknya. 

Sebagai hasilnya, Jung Su In hidup bersama dengan Heidi, menciptakan perpaduan manusia-parasit yang unik.

Sementara itu, Seol Gang Woo berusaha menemukan adik perempuannya yang hilang dengan mengejar parasit, sedangkan Choi Joon Kyung, sebagai kepala gugus tugas parasit, bertekad untuk memberantas parasit tersebut setelah kehilangan suaminya karena serangan parasit.

Drama Parasyte: The Grey bisa ditonton di Netflix pada Jumat, 5 April 2024.

Jennie BLACKPINK Segera Comeback Solo Pada Juni 2024

Jennie BLACKPINK segara comeback solo dalam waktu dekat. OOD ATELIER, agensi pribadi Jennie mengatakan bahwa Jennie sedang mengerjakan album barunya.

Namun, agensi saat ini belum bisa memastikan detail tanggal comeback solo Jennie.

“Jennie sedang mengerjakan albumnya, tetapi tanggal comeback belum ditentukan,” ungkap keterangan resmi agensi, seperti yang diberitakan Korea JoongAng Daily, Minggu (31/3).

Pernyataan agensi dirilis setelah beredar kabar Jennie BLACKPINK akan merilis album solo terbarunya pada Juni 2024. Kabar tersebut dilaporkan oleh media lokal Korea.

Album barunya akan menjadi proyek solo terbaru Jennie setelah merilis berbagai single. Jennie baru saja comeback dengan single You & Me, hingga merilis soundtrack serial The Idol berjudul One of the Girls bersama dengan Abel Tesfaye dan Lily-Rose Depp.

Comeback kali ini merupakan comeback pertamanya sejak ia meninggalkan YG Entertainment dan mendirikan labelnya sendiri.

Meskipun Jennie tidak lagi menandatangani kontrak bersama dengan YG Entertainment secara individu, namun aktivitas grup BLACKPINK masih berada di bawah naungan YG Entertainment.

Band Asal Indonesia, Ali Tampil di Fuji Rock Festival 2024

Grup band asal Indonesia, Ali Band, masuk ke dalam line up musisi yang akan tampil di Fuji Rock Festival Jepang pada Minggu, 28 Juli 2024 mendatang.

Grup band funk yang beranggotakan John Paul Patton (drum), Arswandaru Cahyo (vokal dan bass), dan Absar Lebeh (gitar) jadi perwakilan Indonesia yang tampil di festival musik kancah internasional.

Dari poster yang diunggah oleh @fujirock_jp, Ali akan tampil bersama musisi kelas dunia, seperti High Flying Bird, Turnstile, Fontaines D.C, Rufus, dan Toe karya Noel Gallagher, yang akan tampil di hari ketiga Fuji Rock Festival.

Fuji Rock Festival diselenggarakan mulai dari 26 Juli hingga 28 Juli 2024, bertempat di Resor Ski Naeba. Tiket Fuji Rock Festival diketahui sudah dijual di situes web mereka.

Sebagai informasi, Ali merupakan band yang mengusung musik funk bercita rasa timur tengah sejak tahun 2021.

Sebelumnya, Ali pernah menggelar tur konser di Australia yang bertajuk Crystal San Tour pada Februari lalu.

Nama Crystal Sand Tour sendiri merupakan judul dari single terakhir mereka. Tur ini menjadi prestasi kedua mereka tampil di negara lain setelah terakhir di Prancis pada Desember 2022.