| | |

Ariana Grande Sebut Tur ‘Eternal Sunshine’ sebagai Momen ‘Last Hurrah’, Apa Artinya untuk Kariernya?

Ariana Grande baru-baru ini memberi sinyal perubahan besar dalam hidup dan kariernya, tur The Eternal Sunshine yang akan digelar musim panas 2026 mungkin menjadi “one last hurrah” atau momen perpisahan di panggung besar untuk waktu yang lama. Pernyataan itu membuka banyak spekulasi tentang masa depan musik, prioritas pribadi, dan strategi karier salah satu pop star paling berpengaruh dekade ini. 

Pernyataan Ariana muncul saat ia tampil di podcast Good Hang with Amy Poehler, di mana sang penyanyi mengatakan bahwa tur Eternal Sunshine “might be one last opportunity for a long time” ia menegaskan ingin memberikan seluruh dirinya untuk tur tersebut, namun juga menyiratkan rencana untuk mengalihkan fokus ke proyek lain setelahnya. Kalimat seperti “one last hurrah, for now” memicu berita di banyak media internasional dan rekaman pernyataan itu sekarang menjadi rujukan utama bagi opini publik.

Pernyataan Ariana Grande ini menjadi penting karena memicu dampak besar di berbagai sisi. Bagi jutaan “angels” sebutan untuk para penggemarnya, kabar bahwa tur tersebut bisa menjadi yang terakhir untuk waktu yang lama menciptakan urgensi emosional. Banyak fans menganggap ini sebagai kesempatan langka untuk menyaksikan penampilan panggung besar Ariana secara langsung. Di sisi lain, industri tur musik juga ikut terdampak. Ketika seorang artis global memberi sinyal akan berhenti atau jeda dari tur, hal itu langsung memengaruhi harga tiket, penjualan merchandise, hingga strategi promoter dalam menentukan skala dan penyebaran jadwal konser. Fenomena ini sudah terlihat dari penjualan tiket yang cepat habis serta kenaikan harga signifikan di pasar sekunder. Selain itu, pernyataan Ariana turut menandai adanya perubahan fokus karier. Ketertarikannya pada dunia akting dan proyek kreatif lain seperti film maupun teater menunjukkan bahwa ia mungkin tengah bertransisi dari pop superstar yang aktif tur ke sosok entertainer multi-platform yang mengeksplorasi bidang seni lain.

The Eternal Sunshine Tour merupakan rangkaian konser internasional yang dirancang untuk mempromosikan album Eternal Sunshine (dirilis pada 2024) beserta versi deluxe-nya. Tur ini menjadi momen yang sangat signifikan karena menandai kembalinya Ariana Grande ke panggung tur dunia setelah jeda panjang sejak Sweetener World Tour pada 2019. Tidak mengherankan jika jadwal konser tahun 2026 ini langsung dipandang sebagai kombinasi antara “comeback” besar dan kemungkinan penutup sebuah era dalam kariernya.

Sumber: gettyimages

Sejak pengumumannya, antusiasme publik terlihat sangat kuat. Jadwal tur yang dimulai pada 6 Juni 2026 di Oakland dan berakhir di London tersebut langsung menjadi perbincangan utama di berbagai platform. Bahkan, karena permintaan yang luar biasa tinggi, beberapa tanggal tambahan harus ditambahkan untuk mengakomodasi lonjakan peminat. Semua ini memperlihatkan bagaimana ketidakhadiran Ariana di tur global selama bertahun-tahun justru membuat para penggemarnya semakin menantikan kembalinya sang pop star ke atas panggung.

Ada beberapa alasan logis yang dapat menjelaskan mengapa Ariana Grande mungkin memilih untuk berhenti sementara dari tur. Salah satu faktor utama adalah kelelahan akibat tur panjang. Menjadi artis pop berskala global berarti harus menjalani kehidupan yang terus berpindah-pindah mulai dari proses rekaman, kegiatan promosi, hingga jadwal konser yang padat. Ariana sendiri pernah mengisyaratkan bahwa “10 atau 15 tahun pertama” dalam kariernya sangat berbeda dengan arah yang ingin ia ambil ke depannya, mengindikasikan keinginan untuk menata ulang ritme hidupnya. Selain itu, peluang besar di dunia akting dan proyek kreatif lain semakin terbuka setelah keberhasilannya memerankan Glinda dalam film Wicked serta keterlibatannya dalam beberapa proyek film dan komedi.

Sumber: gettyimages

Industri film menuntut komitmen waktu yang tidak singkat, termasuk proses syuting yang intens dan lokasi produksi yang kadang jauh, sehingga sulit diseimbangkan dengan tur global yang panjang. Di sisi lain, seperti banyak selebritas lainnya, Ariana kemungkinan juga sedang mengevaluasi kembali prioritas pribadinya. Mulai dari kebutuhan menjaga kesehatan mental, membangun kehidupan pribadi yang lebih stabil, hingga keinginan untuk mengeksplorasi bentuk seni lain di luar musik pop komersial. Ungkapan “for now” yang ia gunakan menandakan bahwa pilihannya bukan keputusan permanen, melainkan fase refleksi untuk menentukan arah hidup dan karier berikutnya.

Pernyataan Ariana Grande bahwa The Eternal Sunshine Tour bisa menjadi “one last hurrah” untuk waktu yang cukup lama sebenarnya dapat dipahami sebagai pembuka lembaran baru dalam perjalanan kariernya. Alih-alih menandakan pensiun total dari dunia musik atau panggung, ucapan tersebut lebih mencerminkan perubahan fokus dan prioritas hidupnya. Ariana tampaknya ingin memberi ruang bagi diri sendiri untuk menikmati kualitas hidup yang lebih seimbang, bereksperimen dengan bentuk ekspresi kreatif yang lain, dan memperluas perannya sebagai seorang entertainer yang tidak hanya bergantung pada tur besar.

Bagi industri musik dan para penggemarnya, momen ini menghadirkan dua perasaan yang bertolak belakang namun saling melengkapi. Di satu sisi, ada rasa urgensi karena tur ini bisa menjadi kesempatan terakhir untuk menyaksikan pertunjukan skala besar Ariana dalam waktu dekat. Namun di sisi lain, ada pula rasa optimisme bahwa perjalanan kariernya tidak berhenti, melainkan tengah bergerak menuju fase baru yang mungkin lebih matang, lebih beragam, dan bahkan lebih mengejutkan. Dengan kata lain, “one last hurrah” bukanlah penutupan, melainkan transformasi yang membuka berbagai kemungkinan baru.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *